|
Babussalam mengisi kekosongan pendidikan keislaman di Biak Numfor.
Pondok Pesantren Babussalam yang berada di Biak Numfor, Papua ini memiliki keunikan tersendiri. Awal didirikan pada tahun 1989 lalu hanya berupa sebuah masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan umat. Itu dikarenakan banyak anak-anak Muslim yang terpaksa sekolah di sekolah-sekolah non Islam sehingga pengetahuan agama mereka sangat kurang. Bahkan akidah mereka juga terancam.
Setelah masjid itu berdiri, kemudian menjadi pusat pendidikan umat. Karena animo semakin tinggi berubahlah menjadi pesntren. Sedangkan para ustadz Babussalam ini kebanyakan dikirim dari Darud Dakwah Wal Irsyad Abdurrahman Ambo Dalle (DDI-AD) yang berpusat di Makassar. Ustad Sukri, Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam menyatakan bahwa ia ditugaskan langsung dari DDI-AD.
Keberadaan pondok pesantren di Biak ini sangat dibutuhkan oleh umat terutama untuk menjaga akidah anak-anak, di samping menambah pegetahuan keislaman mereka. Maklumlah karena minimnya aktifitas dakwah dan lembaga dakwah yang ada di Biak sangat membutuhkan perhatian kaum Muslimin lainnya.
Masih banyak anak-anak usia SD bahkan SMP dan SMA yang sangat minim pengetahuan agama Islam. Bahkan masih banyak mereka yang belum bisa baca tulis huruf Alquran. Keadaan ini bisa dimaklumi karena bukan hanya minimnya sarana pendidikan tetapi kondisi yang ada pun kadang tidak mendukung untuk anak-anak bisa mengaji. Meski ada juga anak-anak yang punya semangat mempelajari Islam tapi kadang di jalan mereka takut masih ada saja orang mabuk dijalan dan mengganggu mereka. Kondisi ini membuat banyak anak-anak yang tidak mau pergi mengaji sore apalagi bada Maghrib. Dengan kondisi seperti ini, keberadaan pesantren menjadi sebuah keniscayaan
Sistem Pengajaran Pesantren Babussalam ini memadukan antara pendidikan sistem salafiyah (tradisional) dan khalafiyah (modern). Maka kurikulim pendidikan pun dipadukan antara kurikulum nasional depag dan diknas dengan porsi limapuluh persen pelajaran agama dan lima puluh persen pelajaran umum dengan kurikulum pesantren dengan sistem full days school.
Selain itu, para santri dibekali dengan berbagai kegiatan keterampilan (ekstrakurikuler). Kurikulum ini memungkinkan para santri lulusan RA, MI, MTs, dan MAK dapat diterima di semua lembaga pendidikan dan perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya.
Dengan sistem pendidikan tersebut, Babussalam bertekad untuk menjadi sentral tafaqquh fiddien (Pusat Pemahaman Agama Islam) dan mencetak SDM yang tangguh di lingkungan sekitar. Hal ini memang sangat diperlukan umat yang selama ini sangat memerlukan sarana untuk memahami Islam. Keberadaan Babussalam diharapkan bisa mencetak santri yang beriman, berilmu, berwawasan, trampil, ikhlas mandiri dan berjiwa enterpreneur. Selain itu para santri lulusan Babussalam ini menjadi sosok yang berdaya saing, unggul dan tangguh.
Pondok Pesantren Babussalam yang beralamat di Jl. Tanjung Pinang No. 3 Mandaow Dalam Distrik Samofa Bia Numfor, Papua ini kini dihuni lebih dari 80 santriwan dan santriwati. Pesantren ini menyelenggarakan pendidikan formal Pesantren Tingkat Dasar (MI), Pesantren Tingkat Menengah (MTS) dan Pesantren Tingkat Atas (MA). Sedangkan pendidikan non formal meliputi Madrasah Diniyah (awaliyah, wustha dan Ulya), Hafalan qur'an(Tahfizd Qur'an), TPA.
Para santri di masing-masing level pendidikan dibekali dengan pendidikan formal dan ketrampilan sesuai dengan kurikulum ponpes. “Para santri dididik agar dapat mandiri dan bekerja dengan keterampilan yang diberikan serta memiliki akhlak yang mulia, “ ujar Syukri.
Untuk memaksimalkan program pendidikan dan menjaga kualitas maka ponpes ini didukung oleh staf pengajar yang umumnya berkualifikasi pendidikan S1, bahkan S2, selain itu ada juga dari ulumnus ponpes. Ketrampilan bahasa pun diberikan yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris dengan dilengkapi sarana laboratorium bahasa.
“Kami sudah menyiapkan ruangan untuk laboratorium komputer, namun sampai kini sarana komputer masih sedang kami upayakan. Selain itu kami juga sudah menyediakan ruang khusus untuk latihan menjahit bagi para santri,” ungkapnya.
Meski dengan sarana dan prasarana yang masih minim, berbagai prestasi telah diraih oleh Ponpes Babussalam, seperti Juara I Lomba peluncuran Roket pada LAPAN tingkat SMP se-Kabupaten Biak tahun 2009, Juara I Qasidah Majelis Ta'lim se-Kabupaten Biak tahun 2009, Juara I Gerak jalan tigkat SMP tahun 2009.
Dengan berbagai upaya pendidikan yang dilakukan serta didukung berbagai sarana yang ada di ponpes Babussalam ini, diharapkan dapat mencetak SDM yang mandiri. Kiranya niat baik ini dapat terwujud. Semoga.[]why-almaroky
|