Banner
[52] Menjadi Penerang Jalan Kehidupan PDF Print E-mail
Wednesday, 13 April 2011 11:56

Dayah Darul Ihsan, Darussalam, Aceh Besar

Sekilas rumah panggung beratap daun nipah itu tampak seperti gudang. Namun ternyata bangunan tua berdinding papan tersebut menyimpan banyak sejarah. Ruang Fatwa, begitulah warga menyebutnya. Di ruang salah satu bangunan Dayah Darul Ihsan itu pulalah Tengku Muhammad Hasan Krueng Kalee menjelaskan hukum Islam kepada siapa saja yang meminta fatwa.

Kesederhanaan Ruang Fatwa tersebut seakan mengomfirmasi bahwa pemiliknya memang sederhana dan dekat dengan umat. Kepeduliaannya kepada umat sangat tinggi. “Ketika beliau sudah sangat tua pun tetap mau menerima warga yang datang untuk meminta fatwa terhadap permasalahan yang mereka hadapi,” ujar Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan Tgk Edy Suhada kepada kontributor Media Umat.

Sejarah Dayah
Berbeda dengan daerah lainnya, di Aceh, pesantren lebih di kenal dengan sebutan Dayah. Dayah Darul Ihsan berlokasi di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Suasana di sana terbilang tenang karena jauh dari hiruk pikuk keramaian kota.

Darul Ihsan didirikan oleh Tgk Muhammad Hasan Krueng Kalee pada tahun 1910. Tgk Muhammad lahir di Meunasah Keutumbu Pidie, Aceh pada 15 Rajab 1303 H/18 April 1883 M.  Sejak remaja, ulama besar Aceh ini nyantri di Gampong Yan Keudah, Malaysia. Berlanjut ke Mekah, Saudi Arabia selama 7 tahun.

Sekembali dari Mekah ia mendirikan pendidikan Dayah Krueng Kalee (sekarang dikenal dengan Dayah Darul Ihsan), salah satu dayah pelopor setelah perang Aceh dengan Belanda.

Dinas Kebudayaan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam menyatakan: di masa kepemimpinannya, dayah ini terkenal dan telah melahirkan banyak ulama. Selain di bidang pendidikan dan agama, pengaruhnya pun tampak dalam politik sebelum dan awal kemerdekaan Indonesia.

Pada tahun 1946, saat keamanan Aceh tidak kondusif, aktivitas dayah ini terhenti karena para santri lebih memilih pulang kampung ke daerahnya masing-masing di luar Aceh.

Pada tahun 1999, dayah ini dipugar dan dihidupkan kembali aktivitasnya oleh Tgk Waisul Qarany Ali As Suudy, sang cucu. Semua biaya operasional dayah ditanggung oleh uang pribadi Tgk Waisul. Sehingga para santri dapat menimba ilmu dan menginap secara gratis. 

Fasilitas Dayah

Darul Ihsan mempunyai dua komplek sekolah. Komplek sekolah pertama untuk proses belajar mengajar santri laki-laki dan komplek yang kedua untuk perempuan.

Fasilitas yang ada terbilang cukup. Di samping asrama dan ruang belajar, dayah ini juga memilki beberapa laboratorium, di antaranya laboratorium bahasa dan laboratorium fisika. Begitu juga dengan sarana olah raganya, ada lapang sepak bola, lapang tenis, dan sarana lainnya.

Jenjang pendidikan formalnya ada dua. Pertama jenjang pendidikan menengah Madrasah Tsnawiyah (MTs) dan jenjang pendidikan atas Madrasah Aliyah (MA).

Kurikulum Dayah darul Ihsan adalah kurikulum terpadu menggabungkan kurikulum klasik pesantren salafiyah dengan kurikulum nasional dan beberapa kurikulum dari Kairo, Mesir.

Metode penerapan kurikulum di sini terbilang unik karena tidak seperti pesantren terpadu pada umumnya, pada pagi sampai siang hari biasanya para santri mempelajari pelajaran yang terkait dengan kurikulum nasional seperti fisika, matematika dan pelajaran umum lainnya setelah itu baru mempelajari pelajaran khusus dari pesantren.

Namun tidak pada Dayah Darul Ihsan. Di sini pelajaran yang berkaitan dengan kurikulum nasional dan dayah diajarkan pada waktu yang berbarengan baik pada pagi hari dan malam hari. Sehingga tidak ada perbedaan penekanan pembelajaran antara pelajaran umum dengan pelajaran dayah.

Pengajar dan pengasuh pada Dayah Darul Ihsan umumnya lulusan sarjana (S1) dan magister (S2) dari berbagai bidang disiplin ilmu. Sebagian besar tenaga pengajarnya, saat ini sedang menempuh pendidikan magister di Mesir dan Sudan.   

Dayah yang memiliki santri sekitar 310 orang putra putri ini kaya akan prestasi. Darul Ihsan merupakan dayah yang sangat sering memenangkan piala-piala untuk lomba olimpiade pendidikan di tingkat Aceh Besar.

Lulusan Dayah Darul Ihsan diharapkan dapat terjun ke masyarkat dengan bekal pengetahuan Islam. “Para alumni dayah nanti diharapkan dapat menjadi pendorong terhadap percepatan penegakan syariat Islam,” ujar Tgk Edy berharap.

Maka, Darul Ihsan dan para alumninya berupaya menjadi pijar terhadap syiar dakwah Islam di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, Darul Ihsan dengan tim dakwahnya menggelar pengajian yang ditujukan ke luar lingkungan dayah. Sehingga masyarakat sekitar pun mendapat cahaya Islam penerang jalan kehidupan.[] nopherlian es syarif/joko prasetyo

 

Tengku Edy Suhada,
Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan, Darussalam, Aceh Besar

Maju Terus Tegakkan Syariah


Penegakan syariah Islam di Aceh masih jauh dari harapan. Padahal dibanding dengan provinsi lain, Serambi Mekah ini dikenal paling islami. Menurut Wakil Pimpinan Dayah Darul Ihsan Tgk Edy Suhada hal itu terjadi lantaran syariah Islam diletakkan di atas dasar hukum buatan manusia.

“Ini hukum Allah tidak bisa diletakkan di atas hukum buatan manusia!” tegasnya kepada kontributor Media Umat. Minimnya Qanun (perda syariah) yang dihasilkan,  menjadikan syariah di Aceh belum mampu menjawab seluruh permasalahan yang ada, terlebih lagi seolah syariah Islam di Aceh hanya menyentuh pada level masyarakat kelas bawah saja.

Karena Qanun yang ada belum mampu menjerat para pejabat. “Belum adanya Qanun Korupsi menjadikan para pejabat aman dari jeratan hukum syariah,” ia menyebutkan salah satu contohnya.

Namun mahasiswa magister (S-2) salah satu perguruan tinggi di Sudan ini mengingatkan kepada semua elemen umat Islam untuk tidak patah semangat dalam menegakkan syariah Islam. “Kita harus tetap maju terus untuk menegakkan syariah, jangan mundur, sembari mengevalusi di mana saja titik kelemahan penegakan syariah Islam di Aceh untuk kemudian dapat  diperbaiki terus, sehingga dapat seperti yang kita harapkan,” pungkasnya.[] nopherlian es syarif
 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved