|

Rouhullah bertekad mencetak santri yang berkualitas, baik dari segi tsaqafah Islam, kehandalan, berwawasan luas, kesungguhan dan konsisten dalam berjuang, serta memiliki ketrampilan. Bagaimana caranya?
Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, tidak dapat dipisahkan dengan Islam, terutama di daerah Lamongan pesisir utara. Di Lamongan utara, tepatnya di Kecamatan Paciran merupakan wilayah dakwah Islam para sunan, yakni Sunan Drajat dan Sunan Sendang Duwur.
Selain itu, tokoh Masyumi M Natsir dan para tokoh nasional pergerakan Islam lainnya pernah singgah di Paciran tepatnya di Kelurahan Blimbing. Di Blimbing pula, tepatnya di Jalan Raya Blimbing-Laren Gang Pendidikan No.1 Blimbing, Paciran, Lamongan, berdiri Pondok Pesantren Modern Rouhullah. Rouhullah didirikan pada 17 Agustus 2004 oleh Kiai Drs Sa'dullah Kastam dan Ust Muchsin AG, BA di atas tanah wakaf seluas 3.545 meter persegi yang terletak di dataran tinggi. Suasana sejuk pada malam hari, udaranya segar dan jauh dari kebisingan. Akan tetapi mudah diakses karena banyaknya kendaraan umum yang melintas.
Di lokasi yang sama, sebelumnya telah berdiri Yayasan Taman Pendidikan Islam (YTPI) sejak 16 Agustus 1989 yang didirikan oleh Ust Makin Sjuhur, BA (Alm), mertua Sa'adullah Kastam. YTPI ini mengembangkan dua lembaga pendidikan formal, yakni MI Al Islamiyah dan MTs Al Islamiyah.
Hanya saja dalam perjalanannya, perkembangan lembaga pendidikan formal tersebut menurun. Oleh karena itu, pengurus yayasan berpikir tentang upaya memajukan YTPI. Maka mereka berinisiatif mendirikan Rouhullah.
Nama pesantren tersebut diambil dari penggalan Alquran Surat Yusuf ayat 87 : Walaataiasuu min Rauhillah (Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah). ”Itu merupakan doa dan harapan kami untuk tetap semangat dan tidak berputus asa dari Rahmat Allah dalam memajukan kembali lembaga yang telah berdiri dan akan berdiri,” terang Sa'adullah Kastam kepada kontributor Media Umat.
Semangat Baru Dengan adanya Rouhullah, YTPI memiliki semangat baru untuk memajukan lembaga pendidikan formal, memahamkan masyarakat akan Islam dan sekaligus membentengi masyarakat dari serangan budaya dan pemikiran yang tidak islami dari barat. Untuk itu disediakan 39 ustadz dan ustadzah untuk membina 117 santri yang mondok. Santri pada umumnya bersekolah formal di Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah tsanawiyah, Madrasah 'Aliyah dan perguruan tinggi.
Selain MI dan MTs dan Rouhullah, saat ini di tanah wakaf tersebut berdiri pula MA Al Islamiyah. Untuk melancarkan kegiatan pendidikan dan pembinaan sekarang sudah dibangun 14 ruangan untuk kegiatan belajar mengajar, satu mushalla untuk shalat. Empat ruang pondok putra dan tiga ruang pondok putri. Di samping itu, di kompleks yayasan ini menyediakan pula fasilitas sederhana dan proporsional yang berupa perpustakaan, laboratorium komputer, mesin jahit, kantin, dan fasilitas olah raga.
Tekad Rouhullah Sa'dullah Rastam bertekad menjadikan Rouhullah sebagai pencetak santri yang berkualitas, baik dari segi tsaqafah islamiyah, kehandalan, berwawasan luas, kesungguhan dan konsisten dalam berjuang, serta memiliki ketrampilan.
Oleh karena itu, santri Rouhullah dibekali dengan pengajian kitab kuning, di antaranya tafsir, ushul fiqih, ilmu hadits, ulumul qur'an, ilmu faraid. Dan ilmu alat membaca kitab kuning, di antaranya nahwu, sharaf. Di samping penyiapan santri untuk menguasai tsaqafah Islam, ponpes juga menyiapkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.
Sementara itu dalam membentuk pola pikir santri sebagai pemegang tongkat estafet dari para ulama warasatul anbiya' yang memahami aqidah dan syariah kaffah dalam bingkai khilafah ponpes pun mengemas beberapa program. Di antaranya adalah program MSI (mentoring santri ideal )dan DSI (dauroh santri idaman) serta forum munaqosah usbu'iyah/kajian – diskusi mingguan, muhadlarah.
Sedangkan untuk kemandirian secara ekonomi, santri pun dibekali ketrampilan untuk berternak, bertani, dan menjahit. Tubuh santri pun diupayakan untuk selalu bugar dengan program Forselah (Forum Sepak Bola Rouhullah), pencak silat, dan pramuka.
Di samping program untuk membina internal, Rouhullah juga menjalankan program untuk lingkungan sekitar dengan program sosial kemasyarakatan sebagai upaya membangun kedekatan, kebersamaan dan bukti ponpes merupakan bagian dari masyarakat.
Program tersebut di antaranya :1) Bantuan Pembiayaan. Memberikan bantuan pembiayaan pendidikan dan biaya hidup anak-anak usia sekolah dari kalangan keluarga fakir miskin (dhu'afa) dan anak-anak yatim piatu. 2) Pembinaan Umat dengan memberikan pembinaan keagamaan pada masyarakat sekitar melalui kegiatan dalam bentuk majelis taklim dan kajian keislaman serta bimbingan dan konsultasi dalam masalah-masalah sosial keagamaan. 3) Pembinaan Alumni dengan memberikan pembinaan terhadap para alumninya yang berasal dari beberapa daerah di tanah air ini baik secara langsung maupun tidak langsung untuk selalu melakukan perbaikan pada diri sendiri dan perbaikan masyarakat di sekitarnya.[] fathur
Kiai Drs Sa'dullah Kastam, Pengasuh Ponpes Modern Rouhullah, Paciran, Lamongan
Rangkul Semua Elemen Pejuang Islam
Kesan sederhana, sahaja, akrab dan terbuka sangat terasa saat kontributor Media Umat bersilaturrahmi ke kediaman K Drs Sa'dullah Kastam beberapa waktu lalu di kompleks YTPI. Ayah dari enam anak ini merupakan alumni pondok pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur yang diasuh oleh kakak kandungnya sendiri yakni KH Musta'in Kastam (Alm) dan kemudian diganti adiknya yang bernama KH Mansur Kastam. Alumnus Sastra Arab Fakultas Adab IAIN Sunan Ampel Surabaya ini aktif dalam pergerakan Islam sejak mahasiswa. Saat itu ia mendirikan komisariat IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) IAIN Sunan Ampel. Sekarang ia pun aktif sampai sekarang sebagai Dai Khusus di Markas Dakwah Masjid Al-Falah Surabaya. Di samping itu, lelaki yang lahir di Lamongan, 11 September 1969 ini pernah menjadi pengajar Alquran di Brunai Darussalam pada tahun 1995-2005 atas rekomendasi Korps Muballegh Bani Saleh Bekasi. Kyai muda ini berkeinginan merangkul semua elemen terutama ormas Islam dan pergerakan Islam yang berupaya memperjuangan kemuliaan Islam termasuk HTI, pengemban dakwah penerapan Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Terkait itu, dengan tegas ia mengatakan, “Menerapkan syariah Islam secara kaffah adalah kewajiban pada semua kaum Muslimin dengan elemen/ormas Islam/pergerakan Islam apapun.” Dengan fasih ia pun mengutip Alquran Surat Al Baqarah ayat 208 yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhannya) dan jangan kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya Syaithan itu musuh bagimu.” Serta Surat Al Maidah Ayat 50, yang artinya: “Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) allah bagi orang-orang yakin?” Untuk itu ia berharap pada HTI dan elemen/pergerakan Islam yang lain yang berupaya untuk memperjuangan syariah Islam dan Khilafah, agar dapat menjalin kerja sama yang solid sehingga dapat mempercepat turunnya kemenangan Islam.[] fathur
|