| [62] Pemerintah Harus Lobi |
|
|
|
| Wednesday, 07 December 2011 17:12 |
|
Agar pemerintah tidak kecolongan lagi seperti kasus Ruyati, saya berharap pemerintah lebih agresif dan pro aktif menjemput bola, mencari tahu WNI dalam daftar hukum mati itu, sehingga dibutuhkan lobi-lobi tingkat tinggi. Artinya dalam berdiplomasi dengan negara negara Arab, itu dibutuhkan lobi. Saya lama di Arab hampir 12 tahun. Bagaimana pun di Arab budaya paternalistik masih sangat tinggi. Dengan lobi-lobi diharapkan berbagai macam persoalan kecil bisa diatasi. Tapi kalau hanya pendekatan negara dengan negara (G to G) saja itu belum tentu bisa. Kita perlu G to G dan pendekatan personal (P to P). Maka saya berharap sekali dari pemerintah mengikutsertakan masyarakat, LSM, organisasi Islam yang besar ada utusannya di sana. Mereka dilibatkan secara intensif dan aktif. Karena beberapa ormas Islam baik Muhammadiyah, NU dan Dewan Dakwah secara historis memang memiliki kedekatan yang sangat baik dengan negara Arab. Kalau jalur jalur ini dipakai, saya optimis permasalahan qishas ini dengan cara kekeluargaan dapat diatasi. Jadi kalau hukum qishas itu, tidak terlalu saklek, sebetulnya mengapa sampai terjadi pemancungan? Mungkin dari satu yang lainnya kurang ada pendekatan persuasif itu. Kalau memang keluarga korban memaafkan, qishas tidak diberlakukan. Itu aturannya dalam Islam. Itu artinya memberikan pembalasan yang seadil adilnya, jadi itu bukan sembarangan. Terkait TKW, MUI sejak tahun 2000 sudah mengeluarkan fatwa. Fatwa itu kita keluarkan tidak dalam pemaksaan. Karena MUI ini kan lembaga voluntir, bukan negara. Jadi kalau mereka hati nuraninya dipakai, tidak jadi berangkat jadi TKW.[] |




KH Muhyidin Junaidi, 





