| [63] Sistem Rusak, Pemimpin Lemah |
|
|
|
| Wednesday, 07 December 2011 17:37 |
|
Ada dua persoalan mengapa korupsi terjadi. Pertama, lemahnya kepemimpinan. Lemahnya kepemimpinan ini menyebabkan tidak ada yang bisa menjadi contoh, tidak ada yang bisa mengawasi dan yang penting tidak ada yang bisa mempengaruhi orang supaya tidak korup. Celakanya hari ini fakta menunjukkan bahwa korupsi itu tidak hanya bisa dilakukan oleh orang-orang di luar lingkaran utama penguasa. Tetapi juga menunjukkan kalau lingkaran penguasa juga tidak lepas dari korupsi. Rakyat semakin tidak percaya. Akibatnya pemimpin di bawahnya juga ikut-ikutan. Kedua, kelemahan sistem, lalu dijalankan juga oleh orang-orang yang korup tadi. Ini ironis bagi saya. Komitmen pemerintah hanya sebatas slogan, retorika. Korupsi ini nyata rill, butuh ketegasan. Tak cukup slogan. Apa yang dikatakan Nazaruddin itu, kalau yang menang duit, itu memang benar. Sebagai pengamat pun saya mengatakan hal yang sama. Demokrasi itu mensyaratkan peran uang. Demokrasi lahir dari sistem sekuler dan bagi sekuler uang adalah tuhan. Jadi yang pemenang dalam demokrasi ya uang. Siapa yang mau kekuasaan, itu semua dibayar dengan uang. Yang bisa mengatasi itu hanya sistem Islam. []fatih mujahid |




Suswanto Abu Alya, 





