Banner
[64] Negara Harus Bertindak PDF Print E-mail
Friday, 03 February 2012 16:26

Prof Dr Maman Abdurrahman,
Ketua Umum Persatuan Islam (Persis)

Memang kalau melihat kenyataan, ada yang aneh di sini. Anehnya begini, seolah-olah kedatangan Ramadhan itu menjadi tempat permainan para pengusaha. Padahal mestinya, bulan Ramadhan itu yang biasa makan tiga kali saja menjadi dua kali. Artinya secara konsumsi itu berkurang. Sebut saja seorang sehari makan setengah kilogram beras, tetapi pada bulan Ramadhan itu paling-paling hanya sekadar sekian ons beras.

Namun kita dipakai permainan para pedagang, mereka tidak mau rugi. Yang biasanya pembeli mereka sekian, sekarang menjadi lebih sedikit. Agar penghasilannya tidak berkurang, maka mereka melipatgandakan (keuntungan) menjadi beberapa kali. Saya merasakan ada kezaliman terhadap umat Islam dan mestinya negara itu bertindak terhadap yang menaikkan harga itu.

Kalau di Timur Tengah, yang saya tahu, kalau menaikkan barang tidak karu-karuan itu ditegur dan dihukum. Nah, mestinya di sini juga begitu. Mereka ditegur dan dihukum. Apakah peraturan perundang-undangannya ada? Ya kita buat saja. Kan orang sering dan senang membuat peraturan perundang-undangan. Jangan coba-coba memainkan umat Islam seperti ini.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved