| [81] Tuduhan itu Tendensius |
|
|
|
| Wednesday, 23 May 2012 01:15 |
|
Yang harus ditahu dulu itu apa yang dimaksud radikalisme. Kalau orang yang membela agamanya masak disebut radikal, pernyataan itu harus memberikan rumusan yang jelas jangan sampai jadi bola liar. Ketika saya tidak suka dengan si fulan misalnya bisa saja saya menuduh ia radikal, dan begitu juga sebaliknya. Jadi tidak usah melontarkan kalimat-kalimat yang justru ucapan-ucapan seperti itu sangat tendensius. Yang tentunya akan melahirkan satu dengan yang lain saling mencurigai. Yang mestinya sebagai pimpinan jutru hal-hal yang seperti itu diredam dan tidak mengomentari. Sekarang apa yang dimaksud dengan radikal, itu apa yang membela agamanya disebut radikal? Kita yang pegang ketapel aja sudah dibilang radikal sedangkan pihak lain sudah pegang senjata tidak pernah disebut radikal. Jadi kalimat-kalimat itu justru memojokkan umat Islam. Saya pikir tidak patutlah seorang pimpinan mengatakan seperti itu. Mestinya bagaimana dirinya mengayomi rakyat menciptakan sesuasana yang sejuk. Justru ini Boediono sudah menuduh umat Islam sebagai paham radikal, coba lihat Israel yang radikal itu Islam atau Yahudinya? Yang malah dibela oleh Amerika dan Eropa adalah Israel. Jadi jangan ikut-ikutanlah, ciptakanlah Indonesia suasana yang sejuk yang itu harus diawali oleh para pemimpin. Kenapa yang merusak masjid di Medan tidak disebut Radikal, di mana masjid yang sudah bertahun-tahun turun-temurun dan hanya mau dibikin supermarket. Menghapus identitas Islam kenapa itu tidak disebut radikal, kan tidak pernah ada gereja yang diruntuhkan. Belalah rakyat jangan berpihak pada orang lain.[] fatih
|




Syuhada Bahri, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia





