| [59] Beriklan Sesuai Syariah, Solusi Pemasaran Berkah |
|
|
|
| Thursday, 03 November 2011 18:39 |
|
Bila kita menilik perkembangan periklanan modern yang muncul sekitar tahun 1945-an sampai sekarang, maka desain iklan yang tampil di berbagai media hampir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Produk-produk kecantikan seperti alat kosmetika, sabun, shampoo, dan lain-lain masih menggunakan gambar sosok wanita cantik yang membuka aurat. Hal ini merupakan suatu kesengajaan karena aurat yang dipertontonkan dalam iklan-iklan tersebut memang ditujukan untuk memperlaris dan mempermudah produsen dan pengiklan dalam memasarkan produknya. Tidak berhenti sampai di situ, menjajakan produk dengan mengumbar aurat, bahkan kalau perlu melakukan pose telanjang menjadi perkara yang seringkali dilakukan pengiklan kelas dunia. Giorgio Armani misalnya, ketika memasarkan produk underwear for men menggunakan endorser David Beckham, satu dari pemain sepakbola termahal di dunia. Tanpa malu, giant banner-nya dengan mudah ditonton ribuan wanita pada saat launching. Targetnya, para wanita itu akan membujuk suami ataupun pacarnya untuk membeli dan mengenakannya seperti Beckham. Selain aurat, kisah cinta dua orang lawan jenis yang tidak terikat tali pernikahan juga menjadi bumbu iklan sepanjang masa tidak terkecuali pada produk untuk konsumen anak-anak... Sungguh sangat menyedihkan. Namun jangan salah, iklan yang merepresentasikan pemikiran-pemikiran hedonis, sekuleris tersebut tidak kalah berbahayanya untuk umat. Inilah kreativitas bebas nilai ala Kapitalisme yang telah sukses memasukkan ide-ide yang bertentangan dengan syariah. Iklan dijadikan sebagai alat ampuh untuk membius umat dengan mengumbar janji, membujuk umat mengonsumsi hal yang tidak perlu menjadi seolah perlu, membujuk untuk memuaskan nafsu “keinginan” yang tidak berdasar “kebutuhan”…semua dikemas dalam balutan gengsi ataupun alasan gaya hidup. Lalu bila sedemikian rusaknya periklanan ala Kapitalis, bagaimana seharusnya periklanan yang syariah itu? Apa beda periklanan yang syariah dengan yang konvensional? Bagaimana caranya agar iklan kita sesuai dengan syariah? Beberapa pertanyaan tersebut otomatis akan terjawab apabila kita memahami gambaran umum bagaimana seharusnya seorang muslim beriklan ketika menawarkan produknya.
Allah memberi kita segenap kemampuan untuk berkreasi, dan kekuatan ketaatan sekaligus. Tergantung eksplorasi dan pembelajaran kita. Akan mampu menjual dengan kreatif atau biasa-biasa saja, semua ada di tangan kita! Semoga Sukses![]
|




Andika Dwijatmiko 





