Banner
[62] Pengusaha Menjadi Pejuang Syariah dan Khilafah? Bisa! PDF Print E-mail
Tuesday, 27 December 2011 16:23

Ir. Muhammad Karebet Widjajakusuma, MA
Praktisi bisnis syariah bidang konsultasi dan training manajemen dan motivasi
Pengurus Pusat Komunitas Pengusaha Rindu Syariah
Koordinator LKP Pusat
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

Kenyataan menunjukkan, pengusaha ‘hitam’ yang berkolusi dan bahkan bersenyawa dengan rezim penguasa menjadi satu faktor penyebab terpuruknya negeri ini ke dalam pusaran kapitalisme yang tidak berkesudahan. Di sisi lain, pengusaha juga ikut larut menjadi ‘korban’ yang menikmati kebiadaban kapitalisme melalui praktik pinjaman berbasis riba, suap dalam tender proyek, manipulasi bisnis dan praktek keji  bisnis hitam lainnya. Sistem kapitalis memang membuat siapapun menjadi machiavelis, menghalalkan segala cara. Pengusaha tak lagi mengindahkan halal-haram.  Semua dilibas, sebab jika tidak, ia sendirilah yang akan terlibas.

Tak berhenti sampai di sini, kapitalisme memaksa pengusaha untuk berkolusi dengan penguasa untuk melanggengkan keberlangsungan dominasi kapitalis asing. Bukti itu cukup banyak. Semua mengarah pada dua hal: negara menjadi instrumen kepentingan bisnis dan keputusan politik mengabdi pada pemilik modal alias pengusaha.

Kalau sudah begini, di manakah positioning pengusaha Muslim? Apakah semua pengusaha Muslim setali tiga uang dengan pengusaha ‘hitam’ atau ikut larut menjadi ‘korban’ yang menikmati kapitalisme? Tak adakah yang sadar dan turut berjuang bagi perubahan agar negeri ini tidak lagi dicengkeram VOC gaya baru?

Alhamdulillah,  seiring dengan dakwah Islam yang terus menerus tak kenal henti untuk penegakan syariah dalam naungan khilafah,  kesadaran pun mulai memantik para pengusaha Muslim.  Tulisan ini menghadirkan sosok dan kisah pengusaha atas keputusannya berjuang bersama Hizbut Tahrir Indonesia untuk menegakkan syariah dan khilafah. Berikut salah satu pengusaha yang pada Konferensi Rajab  29 Juni lalu memberikan testimoninya kepada puluhan ribu peserta di Stadion Lebak Bulus Jakarta.

Sosok ini adalah Erik H Sitepu. Pengusaha nasional asal Pekanbaru. Alumni S1 Teknik Elektro USU. Berbisnis kontraktor pertambangan, kontraktor mekanikal dan elektrikal pabrik kelapa sawit serta bergiat menjadi fasilitator bisnis.

Ayah dua anak ini bertemu dengan HT pertama kali Ramadhan 2009 lalu. “Selama ini kalau bicara Islam, yang saya terima hanya tentang ibadah mahdhoh saja, tetapi ternyata ide-ide HT sangat menghentak kesadaran saya, bahwa umat Muslim saat ini merasa nyaman berada di comfort zone tanpa sadar. Penjajahan gaya baru menyesatkan kita, berupa penjajahan pemikiran yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam, sehingga umat Muslim jauh dari jati dirinya sendiri, mengadopsi sistem sistem “duniawi”  yang berasal dari Barat, dan merasa tidak pedhe jika memakai sistem yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT.”

Ketika ditanyakan mengapa mendukung HT? Ia menjawab, “Saya belum pernah menemukan sebuah organisasi yang benar-benar akhirat oriented.  Belum pernah  saya temukan di sebuah organisasi yang anggotanya  dengan semangat merelakan harta, tenaga, pemikiran, bahkan waktunya untuk umat. Saya menemukan itu semua di HT. Semua aktivitas yang dilakukan hanya untuk mencari keridhaan Allah SWT. Dengan ketulusan dan keikhlasan yang saya temukan di HT, InsyaAllah saya berkomitmen untuk ikut mengambil bagian dari perjuangan HT.”

Apa saja pengalaman istimewa bersama HT? “Insya Allah semua pengalaman bersama  HT bagi saya adalah pengalaman yang istimewa. Pernah di pertengahan tahun 2010 saya mengikuti sebuah acara besar yang diadakan oleh HT Riau di Pekanbaru, pembicaranya:  Jerry D Gray, DR. Fahmi Amhar, dan Allaidin Koto. Para syabab HT bahu membahu mengumpulkan dana untuk penyelenggaraan acara tsb. Mahasiswa pun yang notabene cekak uang pun  turut menyumbangkan uang mereka walaupun hanya ribuan rupiah. Syabab yang lain juga turut menyusun kursi dan berkontribusi siang dan malam untuk suksesnya acara tersebut. Suatu kekuatan yang tidak mungkin bisa dipatahkan dan sangat menginspirasi saya untuk lebih banyak  berkontribusi demi kejayaan Islam dan kaum Muslimin. Saya juga mendapat kesempatan menambah tsaqofah Islam dengan halqoh-halqoh rutin setiap minggunya. Insya Allah banyak sudah pencerahan  dan pemahaman yang insya Allah memuaskan akal dan menentramkan jiwa yang saya dapatkan.”

Selepas Konferensi Rajab,  pengusaha muda ini berharap agar HT terus istiqamah dalam memperjuangkan syariah dan khilafah, lebih intensif mendekati tokoh elite negeri ini.

Maka, kepada para pengusaha di seluruh bumi Allah ini, jadilah bagian dari Pengusaha Pejuang Syariah dan Khilafah, mewujudkan janji Allah, Dzat Yang Telah Memberi  Limpahan Rizki pada Anda!  Islam tidak mengharapkan harta, yang diharapkan hanya ketaatan kita sepenuhnya kepada Islam.  Allahu akbar!!![]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved