Banner
[49] Kita Bisa Jadi Negara Adi Daya! PDF Print E-mail
Wednesday, 16 February 2011 15:15

Dengan negara Khilafah, umat Islam akan memiliki negara adi daya, negara pemimpin, bukan pengekor.

Salah satu kelemahan utama umat Islam saat ini adalah ketidakmampuan untuk melihat potensi sendiri. Akibatnya umat Islam selalu menjadi negara pengekor (follower) yang diperparah dengan penyakit rendah diri (inferior) dan mental peminta-minta. Kondisi ini membuat umat Islam selalu bergantung kepada negara-negara Barat, tunduk mengadopsi ideologi Kapitalisme Barat. Meskipun Barat dengan ideologi kapitalisme sendiri sedang mengalami kemunduran yang parah.

Padahal umat Islam telah diberkahi Allah SWT dengan semua hal yang dibutuhkan untuk menjadi “Negara Pemimpin” dunia. Umat Islam memiliki kemampuan material dan intelektual yang akan membawa manusia dari semua ras, warna kulit, dan bahasa menuju kemakmuran di dunia ini. Umat Islam diberkahi dengan aqidah dan ideologi yang mulia untuk seluruh alam. Yang tidak dimiliki oleh umat Islam sekarang hanyalah satu, yakni negara Khilafah yang menyatukan semua potensi itu. Dengan negara Khilafah, umat Islam akan menjadi negara adi daya, pemimpin, bukan pengekor.

Dalam buku Emerging World Order, The Islamic Khilafah State, Jafar Muhammad Abu Abdullah menggambarkan besarnya potensi umat Islam untuk menjadi negara adi daya. Betapa tidak, dunia Islam memiliki pusat populasi yang besar, lebih dari 1,5 milyar. Itu berarti sekitar 23 persen dari populasi seluruh dunia. Sebaliknya di bagian dunia yang lain, terutama di Eropa, angka pertumbuhan penduduknya cenderung negatif (menurun). Angka pertumbuhan penduduk umat Islam sungguh menggembirakan, alhamdulillah. Dengan begitu, negara Khilafah Islamiyah akan memiliki angka tenaga kerja tertinggi, 18 persen dari dunia. Jumlah ini dapat menyokong produksi secara besar-besaran dan aktifitas ekonomi yang produktif.

Kekuatan gabungan militer umat Islam melebihi dari semua negara-negara utama di dunia saat ini. Berdasarkan data yang diolah dari CIA Fact Book, dunia Islam memiliki potensi untuk menjadi suatu negara adi daya dengan kekuatan militer yang amat besar. Gabungan militer aktif dunia Islam berkekuatan 5,59 juta personel. Angka ini jauh lebih tinggi daripada kekuatan global Amerika dengan 1,47 juta personel militer aktif. Adapun Rusia memiliki 1,03 juta, China memiliki 2,25 juta, dan dua anggota permanen Dewan Keamanan PBB lainnya Prancis dan Inggris berturut-turut hanya memiliki 0,26 juta dan 0,24 juta personil militer aktif. Selain itu, pertumbuhan populasi yang tinggi akan membantu negara Khilafah membangun kekuatan militer terbesar di dunia.

Dalam produksi agrikultur, umat Islam memproduksi 29,8 persen sereal dunia, 20,7 persen produksi kapas, 21,06 persen produksi beras, 16,85 persen gandum, begitu pula produksi kacang hijau yang merupakan produksi tertinggi di dunia. Ini adalah jenis biji-bijian utama di dunia. Negara Khilafah adalah negara kedua terbesar produksi rami (bahan dasar industri tekstil) dan mengekspornya (hampir 80 persen) ke pasar dunia.

Dengan penyatukan dunia Islam di bawah kepemimpinan Khilafah, berarti kaum Muslim menguasai 72,12 persen cadangan minyak dunia dan memproduksi hampir 50 persen produksi dunia. Negara Khilafah pun memiliki lebih dari 61 persen cadangan gas dunia, 22,60 persen cadangan uranium, dan cadangan bijih besi yang banyak.

Penyatuan oleh negara Khilafah Islamiyah akan mengontrol lokasi-lokasi strategis utama secara geopolitik di dunia; di laut, darat, dan rute udara. Aset strategis ini akan membuat negara-negara seperti Cina, Jerman dan Jepang di bawah pengaruh secara langsung negara Khilafah. Negara Khilafah Islamiyah  akan memiliki kontrol penuh atas rute-rute laut yang paling penting di dunia dari Selat Gibraltar di Moroko melewati Mediterania, Bosporus atau melalui  Terusan Suez, lautan India dan Selat Malaka.

Pengontrolan atas rute-rute ini akan menjadikan Eropa harus menerima keinginan negara Khilafah atau mereka dapat memilih untuk diasingkan dari seluruh dunia kecuali benua Amerika. Dengan Moroko di satu sisi Atlantik, Khilafah pasti akan dapat mengontrol urusan-urusan di Atlantik dengan baik.
Terakhir dan yang paling penting, negara Khilafah Islamiyah akan memiliki generasi-generasi terbaik dari manusia dengan pandangan idelogi yang jelas. Sebagaimana firman Allah SWT : “Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110)

Tentu saja negara Khilafah tidak akan terwujud tanpa ada yang memperjuangkannya. Karenanya, memperjuangkan tegaknya negara Khilafah tidak bisa ditunda-tunda lagi. Ini harus menjadi agenda seluruh umat Islam. Kalau tidak, seperti kata Rasululah SAW, kita akan tetap seperti buih di lautan yang  meskipun banyak tapi sangat rapuh. Kondisi yang membuat kita menjadi mangsa negara–negara kapitalis yang rakus.[] farid wadjdi

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved