Banner
[55] Meminta Bantuan Asing, Bunuh Diri Politik! PDF Print E-mail
Wednesday, 20 April 2011 16:44

Kesalahan politik fatal yang sering terjadi pada umat Islam adalah meminta bantuan asing dari negara-negara imperialis. Padahal meminta bantuan negara-negara imperialis dalam bentuk apapun merupakan bunuh diri politik. Bunuh diri yang menghancurkan umat Islam sendiri. Pengalaman panjang umat Islam menunjukkan hal itu.

Bantuan ekonomi berupa utang luar negeri telah digunakan oleh Barat sebagai alat intervensi kepentingan mereka di dunia Islam. Sebagai negara penerima bantuan IMF dan Bank Dunia, Indonesia harus tunduk kepada kebijakan liberal yang digariskan oleh Barat. Meskipun hal itu berarti merampok harta negara dan menambah derita rakyat. Dengan utang luar negeri ini sebuah negara terus menerus bergantung kepada asing. Beban bunga utang yang semakin menjulang membuat Indonesia menjadi sapi perahan negara penjajah.

Secara politik menerima bantuan asing juga  sama bahayanya. Kemerdekaan negeri-negeri Muslim , yang sering diklaim sebagai hasil perjuangan sendiri, tidak lepas dari bantuan negara-negara imperialis. Turki, Malaysia, Brunei, dan Mesir  adalah contoh negara yang 'merdeka' lewat bantuan politik Inggris. Kemerdekaan Indonesia juga tidak bisa dilepaskan dari manuver politik Amerika Serikat. 

Dengan bantuan politik ini, negara imperialis tetap bisa bisa mengontrol negeri-negeri Islam tersebut meskipun terkesan sudah merdeka. Mereka memformat sistem negara, politik, dan ekonomi dari negara yang baru merdeka ini dengan format negara sekuler. Negara-negara yang baru merdeka inipun dijauhkan dari sistem politik yang berdasarkan syariah Islam.

Berikutnya, negara imperialis mendudukkan orang-orang binaan mereka yang terdidik dengan ide sekuler  menjadi kepala negara atau pejabat-pejabat tinggi pemerintahan. Lewat sistem sekuler dan rezim boneka ini, kemudian negeri-negeri Islam tetap tunduk kepada para penjajah meskipun tampak merdeka. Penjajahan pada dasarnya tetap berlangsung lewat rezim-rezim boneka itu.

Umat Islam harus tegas menolak campur tangan asing dalam bentuk apapun. Untuk itu kita harus mendirikan negara yang independen yaitu negara Khilafah. Al-'Allamah Syaikh 'Abd al-Qadim Zallum menyatakan tentang wilayah yang berhasil menegakkan Khilafah harus memenuhi empat  syarat:  Pertama, kekuasaan wilayah tersebut bersifat independen, hanya bersandar kepada kaum Muslim, bukan kepada negara kafir, atau di bawah cengkeraman kaum kafir. Kedua, keamanan kaum Muslim di wilayah itu di tangan Islam, bukan keamanan kufur, perlindungan terhadap ancaman dari dalam maupun luar, merupakan perlindungan Islam yang bersumber dari kekuatan kaum Muslim sebagai kekuatan Islam murni. Ketiga, menerapkan Islam secara total, revolusioner dan menyeluruh, serta siap mengemban dakwah Islam. Dengan menegakkan Khilafah yang memenuhi empat syarat inilah, membuat umat Islam benar-benar bangkit dan terbebas dari penjajahan yang buas .

Terus terang kita mengkhawatirkan kecenderungan yang terjadi di negeri-negeri yang bergolak saat ini di  Timur Tengah. Meskipun terjadi pergantian rezim di Mesir dan Tunisia, mereka tidak benar-benar memutuskan hubungan dengan negara-negara imperialis.

Pihak oposisi Libya meminta agar Barat melakukan intervensi militer dan politik .  Permintaan yang sangat berbahaya karena akan membuat Libya semakin dicengkeram oleh negara-negara imperialis. Padahal, campur tangan negara imperialis inilah sebagai pangkal persoalan.

Negara Amerika, Inggris dan sekutunya adalah negara-negara yang rakus karena ideologi kapitalisme yang mereka anut berintikan  al isti'mar (penjajahan). Mereka menghalalkan segala cara untuk kepentingan penjajahan mereka. Omong kosong dengan nilai-nilai kemanusiaan atau moralitas. Bagi mereka yang terpenting adalah menjaga kepentingan penjajahannya dan merampok kekayaan alam negeri Islam untuk kepentingan ekonomi mereka, baik dilakukan dengan adu domba, penyiksaan, bahkan pembunuhan masal sekalipun. Negara-negara imperialis ini memiliki sejarah dan catatan hitam berlumur darah kaum Muslim sejak masa perang Salib, Napoleon hingga Obama sekarang ini.

Apakah kita masih percaya kepada mereka yang telah membantai jutaaan umat Islam di Irak, Afghanistan, Pakistan atas nama demokrasi dan memerangi terorisme yang penuh dengan kebohongan? Bukankah negara imperialis ini yang menyiksa kaum Muslim di penjara-penjara Guantanamo, Abu Ghuraib, dan penjara-penjara di Mesir, Suriah, dengan cara bersekongkol dengan para tiran?

Bukankah negara imperialis inilah yang telah merampas tanah Al Quds (Palestina) dan kemudian membentuk negara Zionis Yahudi? Mereka kemudian mengusir umat Islam dari tanah umat Islam sendiri, menghancurkan kampung dan rumah-rumah, serta sampai sekarang secara sistematis terus membunuhi umat Islam.    

Bukankah negara imperialis inilah  yang selama ini mendukung para tiran kejam di negeri Islam? Barat selama ini pura-pura tidak tahu, dengan kekejaman Qaddafi  yang menggantung aktifis khilafah di depan kampus mereka, membunuh 13 syabab Hizbut Tahrir di bulan Ramadhan yang menjadi syuhada karena memperjuangkan syariah Islam. Rezim ini pula yang menembak mati  1.200  tahanan di penjara Abu Salim pada tahun 1996.

Nasib Irak dan Afghanistan semakin menyedihkan , konflik dan pembunuhan terjadi terus menerus hingga saat ini, justru ketika Amerika Serikat dan sekutunya melakukan intervensi ke negara itu. Walhasil adalah kebodohan yang nyata kalau kita mau terjerumus ke dalam lubang yang sama.[] farid wadjdi

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved