|
Sudah menikmati fasilitas senilai ratusan milyar Presiden SBY masih mempersoalkan gajinya yang tidak naik-naik.
Daripada terlilit utang, saya akhiri saja hidup ini. Sa-yangku, cinta-ku, titip anakku…." Demikian wasiat Asa (30) dalam suratnya kepada sang istri, sebelum menggantung diri di rumah kontrakannya di Gresik, Jawa Timur, 3 September 2009. Anggota TNI AL dengan pangkat Kelasi Kepala ini nekad bunuh diri karena terjerat utang. Angkatan Laut pun kehilangan salah satu prajurit andal dan prestatifnya.
Begitulah, ketika segelintir Jenderal TNI maupun Polri hidup mewah dengan rekening gendutnya, ribuan prajurit semacam Asa hidup nelangsa. Polri pun kehilangan Briptu Saver Iman Gea, anggota Kepo-lisian Sektor Kota Kabil Batam, Kepulauan Riau, yang menembak kepalanya sendiri 22 Mei 2009. Briptu Gea mengakhiri hidup karena stres memikirkan nasib keluarganya.
Sebagai mantan anggota militer, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasti tahu itu. Maka saat memberi pengarahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Gedung Balai Samudra Indonesia, Jakarta, Jumat (21/1/2011), Presiden SBY mengatakan, pemerintah berkomitmen memperhatikan kesejahteraan anggo-ta TNI dan Polri.
Ironisnya, yang dijadikan contoh memelas guna menagih perbaikan kesejahteraan adalah dirinya sendiri. "Bahkan ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Pesiden belum naik," kata kepala negara di depan jajaran petinggi Mabes TNI dan Polri.
Bagai sabda Kaisar Prancis Louis XVI, 'L etat ce est moi (negara adalah saya), keluhan Presiden SBY langsung diangguk-angguk-kan. Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Achsanul Qosasi, mengatakan, gaji Presiden RI sudah sepan-tasnya dinaikkan. Politisi PKS pun mengamininya. "Sebagai pim-pinan dari sebuah negara besar memang gaji presiden itu seha-rusnya lebih layak," ujar Wakil Ketua DPR dari FPKS, Anis Matta, seperti dikutip detikcom (24/1).
Menteri Keuangan Agus Martowardojo, yang pernah di-ajukan SBY untuk jadi calon Gubernur BI tapi gagal dalam fit and proper test di DPR, 11 Maret 2008, langsung mewujudkan keluhan sang presiden. Pejabat yang menurut Ketua Sekber Masyarakat Sipil Indonesia, Fadj-roel Rachman, sangat mengeta-hui skandal bail out Bank Century Rp 6,7 trilyun bersama Boediono dan Sri Mulyani, ini menaikkan gaji presiden dan para pejabat mulai sekarang juga. Sebanyak 8.000 pejabat akan menik-matinya.
Padahal, kehidupan Presi-den selama ini sudah bermandi rupiah. Gaji pokok plus tun-jangan kepala negara Rp Rp 62,7 juta per bulan. Tapi, Presiden masih memiliki dana taktis sebe-sar Rp 2 milyar per bulan.
Belum lagi fasilitas kenega-raan presiden yang massif. Seper-ti diungkap Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transpa-ransi Anggaran (FITRA), total anggaran untuk Istana Presiden tahun 2010 mencapai Rp 203,8 milyar. Misalnya Rp 42 milyar hanya untuk pos anggaran baju baru Presiden dan mebeler ista-na. Juga Rp 60 milyar untuk renovasi gedung Setneg. Sedang perjalanan Presiden SBY meng-habiskan anggaran 2010 sebesar Rp 179 milyar lebih.
Ditambah lagi belanja per-jalanan dinas kabinetnya seperti Kementerian Kesehatan Rp 145,3 milyar, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Rp 60,8 milyar, Kementerian Pemuda dan Olah Raga Rp 38,6 milyar, dan DPD Rp 35,9 milyar. Selain itu, Kementerian Ke-lautan dan Perikanan menandas-kan Rp 13,8 milyar, Kementerian
Pendidikan Nasional Rp 12,2 milyar, Kementerian Dalam Ne-geri Rp 8,7 milyar, dan Kemen-terian Kehutanan Rp 7,2 milyar.
Pantas saja kalau DPR pro-presiden dalam soal ini. Sebab, sama-sama doyan anggaran. Menurut FITRA, tahun 2010 DPR menghabiskan anggaran plesir Rp 170,35 milyar.
Penghamburan anggaran tersebut ironis. Pada APBN 2010, total belanja perjalanan dinas pejabat termasuk ke luar negeri Rp 19,5 trilyun atau empat kali lipat lebih dari anggaran Jamkes-mas. Bandingkan pula dengan anggaran program BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan pe-nanggulangan kemiskinannya seperti PNPM yang hanya Rp 7,4 trilyun dan itupun berasal dari utang najis luar negeri.
Alih alih turun, tahun 2011 anggaran plesiran pejabat malah membengkak. Hasil analisis FITRA terhadap APBN 2011 menemukan data bahwa ang-garan pelesiran pemerintah pada 2011 naik dari rencana Rp 20,9 trilyun dalam RAPBN 2011 men-jadi Rp 24,5 trilyun dalam realisasi APBN 2011. Angka inipun, menu-rut Sekjen FITRA Yuna Farhan, terkesan hendak disembunyikan dengan menghapusnya dari no-menklatur belanja barang pada dokumen Data Pokok APBN 2011.[] taqiyuddin albaghdady
Trio Macan di Antara Macan Asia
Memang, dibanding gaji sahabatnya, Presiden AS Barack Obama yang 400.000 USD/tahun atau Rp 383 juta perbulan, gaji Presiden SBY masih jauh ketinggalan. Namun, betapapun SBY pernah mempertimbangkan untuk menjadikan Amerika sebagai negara keduanya, Indonesia masih nggak level dibanding Amerika. AS dengan segala kejahatannya adalah super power, sedang Indonesia termasuk failure state.
Yang lebih setara dipersandingkan dengan gaji Presiden Indonesia adalah gaji PM Cina dan India. Setidaknya, ketiga negara termasuk negeri berpenduduk terbesar di dunia.
Menurut Majalah The Economist, gaji Presiden SBY 124.171 USD per tahun. Jauh di atas gaji PM Cina yang 10.633 USD per tahun, apalagi gaji PM India yang 4.106 USD per tahun.
Padahal, Cina dan India termasuk jajaran ''Macan Asia'', sedang Indonesia cuma bisa membanggakan pedangdut ''Trio Macan''.
Pada tahun 2007 bersama Brasil, India walk out dari perundingan empat negara (G-4) plus Uni Eropa di Postdam. Menteri Perdagangan kedua negara tak mau dicurangi Amerika, yang memberikan tawaran pemotongan subsidi pertanian terlalu kecil. Mereka juga tak mau didikte Amerika dan Uni Eropa agar lebih membuka pasar mereka untuk produk-produk asing dengan berbagai kemudahan.
Cina pun disegani Amerika lantaran kekuatannya. Melalui Asean-China Free Trade Area atau ACFTA yang dimulai 2010, Cina turut membanjiri produk makanan-minuman ke Indonesia. Menurut catatan Asosiasi Pengusaha Indonesia, impor makanan-minuman melonjak hingga 70 persen pada semester I tahun 2010.
Melalui Bank Ekspor Impor-nya, Cina membiayai pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Jawa-Madura. Jembatan sepanjang 5,4 km dan terpanjang di Asia Tenggara itu, didanai Cina senilai 280 juta USD atau 90 persen dari total anggaran.
Jadi kalau SBY masih merasa kurang dengan gajinya yang sudah melampaui gaji PM Cina dan India, apa kata dunia?![] ta
|