Banner
[53] Menumbuhkah Kepercayaan Diri Anak PDF Print E-mail
Thursday, 14 April 2011 15:45

 

Diasuh oleh:

Dra (Psi) Zulia Ilmawati

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Ibu Pengasuh Rubrik Konsultasi Keluarga, di antara siswa PAUD binaan yayasan pendidikan kami, ada yang tidak berani maju atau tampil di sekolah. Misalnya, saat diminta untuk menyanyi, hafalan surat pendek, hadits, latihan memimpin doa dan lain-lain.  Padahal menurut orang tuanya, kalau di rumah anak tersebut bisa mengulang semua yang diajarkan di PAUD dan berani mempraktekkannya di hadapan keluarga. Ibunya sering menyebut anaknya “jago kandang”.

Dari hasil pengamatan saya dan ibunya selama ini, kami menilai kalau anak tersebut kurang percaya diri. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana menum-buhkan rasa percaya diri pada anak yang tidak berani dan tidak mau bergaul, bermain bersama dan tampil di sekolah. Padahal harapan kami, mereka tumbuh menjadi genarasi pejuang Islam yang tentu harus memiliki rasa percaya diri. Terima kasih atas penjelasannya,
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Assy
Bogor


Wa'alaikum ussalam Wr.Wb.

Ibu Assy yang baik,
Insya Allah saya bisa memahami kekhawatiran Anda. Tidak sedikit para guru dan orang tua yang juga menghadapi permasalahan seperti ini. Menumbuh-kan kepercayaan diri pada buah hati kita memang tidaklah mudah. Tetapi dengan usaha yang dilakukan sejak dini, insya Allah kepercayaan diri ini akan dapat ditumbuhkan. Percaya diri adalah keadaan di mana anak merasa nyaman tentang dirinya sendiri dan penilaian orang lain terhadap dirinya. Anak yang tidak percaya diri biasanya dihinggapi kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan untuk mencoba. Mereka merasa ada yang salah dengan dirinya, tidak diperhitungkan orang lain dan  ada perasaan khawa-tir saat akan melakukan sesuatu.

Ibu Assy yang baik,
Tanpa disadari terkadang perlakuan orang tua berpengaruh terhadap rendahnya kepercayaan diri anak. Kesalahan dalam memperlakukan anak akan berakibat fatal pada perkembangan psikologisnya. Beberapa kesalahan yang kadang dilakukan orang tua dan dapat menghambat kepercayaan diri anak antara lain: orang tua yang terlalu sering memanja-kan anak, mendidik dengan mengandalkan ben-takan dan pukulan, tidak menciptakan suasana psikologis yang membuat anak merasa nyaman, menakut-nakuti anak, dan tidak memberikan keleluasaan kepada anak untuk berpikir dan bertindak.

Ibu Assy yang baik,
Langkah awal dalam membangun kepercaya-an diri anak adalah dengan memberikan respek terhadap apa yang dilakukan. Jika orang tua, teman, guru dan orang-orang di sekitar anak memberikan perhatian, penghargaan, kasih sayang, dorongan dan semua yang bernilai positif, maka kepercayaan diri anak insya Allah akan muncul. Langkah berikutnya, berikan anak kesempatan terus menerus untuk menguji kemampuan dan belajar dari keberhasilan dan kegagalannya. Bila anak didorong untuk terus mencoba, insya Allah akan ada peningkatan kemampuan. Hargailah peningkatan kemampuan yang dapat dicapai anak sekecil apapun. Pada anak yang sedang belajar berjalan misalnya, biasanya dua kali melangkah langsung jatuh. Begitu dapat tiga langkah, berilah pujian. 

“Cintailah anak-anak dan kasih-sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui, hanya kamulah yang memberi mereka rezeki,” (HR. Bukhari).

Tanpa disadari pula, terkadang orang tua sering meletakkan harapan terlalu tinggi pada anak. Dan ketika anak tidak mampu melakukannya, orang tua menghujani dengan kritikan-kritikan, atau membandingkan dengan anak-anak yang lain. Padahal harapan itu seharusnya disesuaikan dengan kemampuan anak sendiri. 

Ibu Assy yang baik,
Kepercayaan diri anak juga dapat ditumbuh-kan dengan menumbuhkan kepercayaan sosialnya. Seorang anak yang sering diajak berinteraksi dengan teman sebayanya atau dengan orang dewasa, maka akan tumbuh rasa kepercayaan dirinya. Ia tidak minder bergaul dengan anak yang lebih muda, sebaya, atau dengan orang tua sekalipun. Anak yang sering diajak ke suatu majelis ilmu, dilibatkan dengan aktivitas dakwah orang tuanya, maka ia akan belajar mengenal lebih banyak orang, dan sedikit demi sedikit mendengar pembicaraan-pembicaraan yang disampaikan dalam acara-acara tersebut. Hal ini penting untuk bekal ke depan sehingga kelak siap berkecimpung di tengah masyarakat. Menumbuhkan kepercayaan sosial anak juga dapat dilakukan dengan membiasakan mengucapkan salam. Rasulullah SAW bersabda:
"Wahai anakku, jika kamu masuk kepada keluargamu maka ucapkanlah salam. Niscaya hal itu akan mendatangkan barokah kepadamu dan kepada keluargamu." (HR. At-Tirmidzi) Itulah beberapa kiat praktis untuk menum-buhkan kepercayaan diri pada anak kita. Semoga anak-anak kita dapat tumbuh menjadi anak yang penuh percaya diri, tidak minder, berani dan kelak dapat menjadi generasi, pejuang Islam yang tangguh.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved