| [55] Extra Ecclesiam Nulla Salus |
|
|
|
| Thursday, 07 July 2011 17:13 |
|
Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center “Tidak ada keselamatan di luar Gereja. Islam adalah sekte terkutuk sekaligus berbahaya (execrable and noxious heresy)..." Johannes of Damascus (740 M) Yahya Al-Dimasyqiy atau Johannes Damascenus atau John of Damascus atau Yuhanna al-Dimashqi (dibaca: Ioannou tou Dalam tulisannya itu, Johannes tidak pernah menyebut orang-orang Islam sebagai Muslim. Ia menyebutnya Ismaelitai (artinya orang-orang Ismail), Sebegitu bencinya terhadap Islam, ia memutarbalikkan dan mencemari dengan pikiran-pikiran kotornya sendiri tentang kisah pernikahan Rasulullah dengan Zainab binti Jahsy. Pemikiran Johannes tersebut terus dikembangkan, disadur dan menjadi rujukan buku-buku lain para Orientalis. Abdul Masih al-Kindi (± 873M) Al-Kindi, yang diduga penganut Kristen Nestorian, berpendapat bahwa Muhammad bukanlah seorang Nabi. Dalam pandangannya, seorang Nabi itu akan memberitahu peristiwa yang tidak diketahui oleh orang lain. Termasuk di antaranya peristiwa yang sudah atau yang akan berlaku. Dalam pandangannya, orang Kristen telah mengetahui cerita mengenai Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. Cerita Muhammad mengenai `Ad, Thamud, unta dan gajah adalah cerita-cerita bodoh. Ia pun menyebut Muhammad mengambil Alquran dari Sergius, seorang biarawan Kristen. Pemikiran-pemikiran Al-Kindi yang sangat menyesatkan tersebut banyak disadur dan disebarkan oleh Anton Tien, misionaris asal Amerika pada akhir abad ke-19. Petrus Venerabilis (1094-1156 M) Sekitar tahun 1141-1142 M, Petrus Venerabilis berkunjung ke Toledo, Spanyol yang saat itu masih bernama Andalusia, negeri Muslim. Di sana ia menghimpun, membiayai dan menugaskan tim penerjemah untuk menghasilkan karya berseri yang akan dijadikan landasan bagi para misionaris Kristen ketika berinteraksi dengan kaum Muslimin. Hasilnya adalah penerjemahan Alquran ke dalam bahasa Latin oleh Robert dari Ketton, 1143 yang berjudul Liber Legis Saracenorum quem Alcoran Vocant (Kitab Hukum Islam yang disebut Alquran). Banyak sekali penyimpangan dalam terjemahan tersebut, namun terjemahan Ketton tetap dijadikan fondasi bagi terjemahan Alquran ke bahasa Italia, Jerman dan Belanda. Dengan terjemahan tersebut, Barat untuk pertama kalinya memiliki instrumen untuk mempelajari Islam secara serius. Para pendeta, pastor, dan misionaris selama 600 tahun menjadikan terjemahan Ketton sebagai sumber utama ketika merujuk kepada Alquran. Motif Petrus Vencrabilis membentuk "lslamic Studies" di Spanyol adalah untuk "membaptis pemikiran kaum Muslimin." Tujuannya Petrus Venerabilis mengajak orang-orang Islam ke jalan 'keselamatan' karena dalam keyakinannya tidak ada keselamatan di luar gereja (extra ecclesiam nulla salus). Ia menyatakan Islam adalah sekte terkutuk sekaligus berbahaya (execrable and noxious heresy), doktrin berbahaya (pestilential doctrine), ingkar (impious) dan sekte terlaknat (a damnable sect) dan Muhammad adalah orang jahat (an evil man). Ia menyatakan Alquran tidak terlepas dari peran setan. Anehnya, sekarang banyak calon intelektual Muslim mempelajari Islam justru melalui orang-orang Kristen, Yahudi atau bahkan Ateis. Ini berarti "penaklukan pemikiran" yang dicita-citakan oleh Petrus Venerabilis telah menjadi sebuah kenyataan![] |











