[36] Ukraina: Geliat Kebangkitan Islam di Eropa Timur PDF Print E-mail
Monday, 19 July 2010 00:01

Ukraina menjadi wilayah pertarungan antara AS, Eropa dan Rusia, di mana posisi umat Islam?

Aroma revolusi di kawasan Eropa Timur seakan tidak ada henti. Pergeseran penguasa seakan-akan menjadi isu sentral di kawasan tersebut. Salah satunya adalah di Ukraina. Ukraina baru menuntaskan Pemilihan Umum Februari silam. Victor Yanukovych yang pernah menjabat perdana menteri dan presiden pada tahun 2004 menjadi terpilih menjadi kepala negara yang baru. Muncul spekulasi mengenai arah politik Ukraina di kawasan Eropa Timur.

Negara Strategis

Ukraina adalah negara pecahan Uni Sovyet. Negara yang memproklamasikan diri dari Uni Sovyet tanggal 1 Desember 1991 ini berada di kawasan Eropa Timur. Sesuai namanya Ukraina = perbatasan, negara ini berbatasan dengan Rusia di Timur Laut, Belarusia di Utara, Polandia, Slowakia dan Hongaria di Barat. Rumania dan Moldova di Barat daya dan Laut Hitam di Selatan.

Ukraina luasnya mencapai 603.700 kilometer persegi dengan jumlah penduduk 48 juta jiwa menempati posisi strategis karena menghadap Laut Hitam. Laut Hitam adalah bagian dari lautan Mediterania (Laut Tengah) yang menjadi pusat interaksi peradaban sejak zaman Yunani-Romawi kuno, hingga pada Abad Pertengahan sampai masa Perang Dingin. Karena lautan ini menghubungkan tiga benua, Eropa, Asia dan Afrika.

Dengan posisi seperti itu, Ukraina menjadi penghubung Eropa dan Asia, sehingga dapat memengaruhi peta politik global dan keseimbangan regional. Terlebih dengan memiliki jalur jaringan energi khususnya jaringan pipa gas alam maka tidak heran kalau Rusia, Amerika dan Uni Eropa sangat memperhatikan Ukraina yang menurut Cantori Spiegel disebut sebagai intrusive system.

Perspektif Rusia

Rusia memandang Ukraina dengan perhatian yang sangat besar. Secara sosiologis mayoritas penduduk wilayah timur Ukraina menganut aliran Ortodoks dan berbahasa Rusia. Hal ini yang menimbulkan kedekatan Ukraina dengan Rusia. Di sisi yang lain, Rusia memiliki pangkalan armada laut Hitam di Ukraina. Pangkalan Sevastopol merupakan pangkalan yang sangat bersejarah bagi Rusia. Terutama dengan Strategi Air Hangatnya, Rusia pada masa Perang Dingin berusaha menguasai pelabuhan-pelabuhan utama yang tidak beku pada musim dingin, itulah Pangkalan Sevastopol. Sesuai perjanjian akan berakhir pada tahun 2017.

Pasca revolusi Orange di Ukraina pada tahun 2004, hubungan Ukraina dengan Rusia mengalami keguncangan. Keguncangan ini disebabkan langkah pemerintah Ukraina yang berusaha mendapatkan keanggotaan di Uni Eropa. Kalau betul Ukraina menjadi anggota Uni Eropa maka hal ini merupakan pukulan bagi Rusia yang telah kehilangan negera-negara mitra strategisnya di Eropa Timur. Keguncangan ini juga disebabkan adanya perubahan sikap Ukraina terhadap armada laut Hitam Rusia yang ditempatkan di Sevastopol dan karena perselisihan seputar gas alam.

Maka dari itu Rusia berusaha mengerahkan agen-agennya untuk melakukan penentangan terhadap pemerintahan Yushchenko, terutama di wilayah timur Ukraina dan beberapa daerah lainnya yang loyal ke Rusia. Dan upaya ini berhasil sehingga dalam pemilu terakhir 2010 ini dapat menempatkan pemerintah yang loyal kepada Rusia. Hal ini ditunjukkan dengan penandatangani sejumlah perjanjian dengan Moskow dalam bidang energi. Pengokohan kerja sama ekonomi dan pengembangan hubungan dalam bidang media, penyebaran informasi, pendidikan, bahasa dan kebudayaan.

Perspektif Amerika Serikat

Dalam pandangan Amerika Serikat, Ukraina memiliki urgensi vital dalam upaya mengepung kawasan pengaruh Rusia. Karena itu, bila Amerika kehilangan pengaruhnya di Ukraina maka pengaruh Rusia akan semakin menguat di Laut Hitam dan Eropa Timur.

Di sinilah bisa dilihat bagaimana Amerika Serikat berupaya menciptakan revolusi Orange yang menghadirkan Yushchenko ke tampuk pemerintahan. Dan terbukti ketika revolusi ini berhasil, maka pada era itu Ukraina menjadi partner strategis dan utama bagi Amerika Serikat.

Sebagai imbalannya, Amerika Serikat memberikan bantuan ekonomi ke Ukraina yang besarnya menduduki peringkat ketiga setelah Israel dan Mesir. Hal ini dilakukan untuk memutus kebergantungan secara ekonomi kepada Rusia.

Hanya saja karena krisis ekonomi yang dihadapinya, terlebih Amerika Serikat lebih mengonsentrasikan kekuatannya di Irak dan Afganistan, maka tidak bisa memberikan perhatian dan sumber daya yang cukup bagi Ukraina. Hal inilah yang dimanfaatkan Rusia untuk membalikkan keadaan pasca revolusi Orange.

Perspektif Uni Eropa

Dalam perspektif Uni Eropa, Ukraina adalah dinding pemisah antara Rusia dan Eropa Timur. Setelah Polandia menjadi anggota Uni Eropa dan Rumania serta Bulgaria memenuhi syarat untuk menjadi anggota Uni Eropa, maka Ukraina menjadi tetangga negara-negara Uni Eropa dan memiliki urgensi yang besar bagi Uni Eropa. Ukraina diharapkan dapat menjadi jembatan antara Rusia dan Eropa pada saat damai (peace). Namun, bila terjadi konflik, maka Ukraina juga bisa dinilai sebagai penyangga bagi keduanya. Selain itu juga, melalui wilayah Ukraina sebanyak 80 persen gas alam Rusia mengalir ke Eropa yang menyuplai seperempat konsumsi gas Eropa. Sehingga dalam konteks energi, Ukraina sangat penting bagi Eropa.

Ukraina dan Kebangkitan Umat Islam

Dari 48 juta penduduk Ukraina, yang Muslim hanyalah 2 juta orang saja. Di sana terdapat sekitar 200-an masjid dan 20-an Islamic centre. Padahal kaum Muslim telah lama menetap di sana selama berabad-abad, pada masa kewalian Tatar Krimea pada abad ke-15 yang merupakan keturunan Turki yang telah menetap sejak abad ke-7. Hanya saja pada abad ke-18 Rusia berhasil menaklukkan kekhilafahan Turki Utsmani dan memburu semua penduduk Muslim sehingga jutaan orang harus meninggalkan Krimea (Ukraina sekarang).

Walaupun jumlah Muslim di sana kini minoritas, upaya untuk membangkitkan umat tidaklah kalah dengan negeri lain. Salah satunya adalah apa yang pernah dilakukan oleh Hizbut Tahrir Ukraina pada tahun 2007 yang menyelenggarakan Konferensi Khilafah dengan tajuk Islam; Kemarin, Hari ini dan Esok. Dengan berbekal fakta kesejarahan, kaum Muslim di sana yang diminoritaskan, berusaha untuk bangkit dan membangkitkan umat, terlebih Ukraina memiliki posisi yang strategis dalam upaya penetrasi Islam ke Eropa. Wallahu’alam (Budi Mulyana)

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux