| [52] Masjid Jami' London Dulu Bekas Gereja dan Sinagog |
|
|
|
| Wednesday, 13 April 2011 15:50 |
|
Sebelum menjadi masjid, bangunan ini adalah gereja Protestan yang dibangun oleh komunitas Huguenot Prancis yang ada di London pada 1743. Huguenot adalah pengungsi yang telah meninggalkan Prancis untuk menghindari penganiayaan dari Katolik. Selama enam dekade, mereka menguasai bangunan tersebut. Tahun 1809 gereja itu menjadi gereja Wesleyan karena dibeli oleh “Masyarakat London untuk Mempromosikan Kristen di antara orang- orang Yahudi”. Organisasi ini sekarang dikenal sebagai Gereja Kementerian di antara Orang-orang Yahudi. Sepuluh tahun kemudian bangunan ini menjadi Gereja Methodist. Di akhir abad 19, gereja itu menjadi tempat mengungsi kaum Yahudi yang datang dari Eropa Tengah dan Rusia. Bangunan itu sempat jadi sinagog mereka. Namun seiring perpindahan kaum Yahudi ke London utara, bangunan itu akhirnya ditutup. Bersamaan dengan itu kawasan Brick Lane mulai ramai didatangi kaum pendatang dari Bangladesh. Sebelumnya mereka berada di wilayah Sylhet. Mereka bekerja di pabrik-pabrik dan berdagang tekstil. Komunitas Muslim ini akhirnya berkembang dan membutuhkan tempat ibadah. Lalu bekas gereja dan sinagog di 59 Brick Lane dibeli dan diperbaharui. Pada tahun 1976, bangunan itu dibuka kembali sebagai sebuah masjid, yang dikenal sebagai "Masjid Jami' London". Masjid ini tergolong besar. Ruangannya mampu menampung hingga 4000 orang. Pengunjung paling ramai ada pada hari Jumat. Karena mayoritas jamaahnya keturunan Bangladesh, khutbah pun menggunakan bahasa Bengali. Namun demikian, di luar itu diajarkan pula bahasa Arab bagi anak-anak.[]
|




Jika Anda pergi ke London, jangan lupa mampir ke Masjid Jami' London atau yang dikenal sebagai Masjid Jami' Brick Lane. Masjid ini terletak di kawasan Spitalfields samping jalan Brick Lane dan Fournier Street di London timur, Inggris.





