|
Birmingham adalah kota terbesar kedua di Inggris. Kota ini berjarak kurang lebih 200 km utara London. Menurut statistik tahun 2005, total penduduk Birmingham hanya lebih sedikit dari 1 juta. Dari total penduduk, 59,1 persen adalah Kristen. Islam adalah agama kedua terbesar, mencapai 14,3 persen. Jadi Muslim di Birmingham tahun 2005 mencapai sekitar 140.000 orang, yang dikatakan sebagai jumlah terbesar dibanding local authority lain di seluruh Inggris..
Kaum Muslim di Birmingham umumnya berasal dari subcontinent, yaitu Pakistan, India, Bangladesh dan Srilanka. Sisanya berasal dari negara-negara arab dan bagian utara Afrika. Di antara mereka ada sedikit Muslim yang berasal dari Indonesia.
Saya tahu ada 30 keluarga di Birmingham dan sekitarnya dari Indonesia. Mereka berkumpul untuk mengadakan pengajian dua kali sebulan melibatkan seluruh anggota keluarga mereka. Umumnya mereka adalah pelajar S2 atau S3 di Birmingham University. Sisanya adalah Muslim yang menikah dengan orang asing dan berencana menetap di Inggris.
Tidak heran, dengan jumlah populasi Muslim tersebut, ada lebih dari 140 masjid di Birmingham. Masjid-masjid tersebut kebanyakan berupa bangunan biasa seperti rumah yang dibeli oleh komunitas Muslim untuk salat Jumat, namun banyak pula yang berupa masjid besar seperti layaknya masjid-masjid di seluruh dunia, seperti Birmingham Central Mosque dan Masjid ar Rahman yang kira-kira 2 mil dari Birmingham City Centre.
Kaum Muslimin lebih suka hidup berdampingan dengan sesama Muslim, lebih khusus lagi dengan Muslim dari negara asal mereka. Tidak heran, banyak kota kecil di Birmingham yang didominasi oleh Muslim Bangladesi, Pakistanis, Yemenis, dll. Dengan cara berkumpul seperti ini, mereka akan lebih mudah mendapatkan berbagai kebutuhan mereka seperti makanan halal, masjid yang berkhotbah jumat dengan bahasa native mereka, sekolah islam, dll.
Perjalanan mencari 'arabic class' Kami tinggal di area yang diapit dua area yang jauh berbeda. Sebelah kanan adalah Solihull yang mayoritas adalah white British, dan sebelah kiri adalah Sparkhill yang dikenal sebagai salah satu pusatnya Pakistanis. Sekolah-sekolah dasar umum di Sparkhill hampir 100 persen dihadiri anak-anak keturunan Pakistan sehingga sekolah hanya menyediakan makan siang halal untuk semua pelajarnya. Hampir semua toko daging halal, bahkan banyak Subway, KFC, Pizza Hutt dan Dominos menjual hanya halal menu, sampai kaum non Muslim yang ingin makan ham protes. Ada beberapa sekolah Islam yang di danai pemerintah, community center yang melayani berbagai keperluan Muslim, bahkan kolam renang dan gym yang menyediakan waktu khusus untuk Muslimah.
Saat saya mencari Arabic class untuk anak kami, teman-teman yang umumnya lahir dan besar di sini, banyak memberi informasi masjid mana yang menyediakan jasa tersebut. Kami mendatangi beberapa masjid yang mengajar anak-anak bahasa Arab dan tahfiz pada Sabtu dan Ahad. MasyaAllah, kami tidak menyangka bahwa ternyata banyak sekali Arabic classes .
Beberapa yang kami datangi adalah Muath's trust yang menyediakan Arabic class untuk baik Arab maupun non Arab, berbagai level dari beginner sampai university. Kami juga mengunjungi sekolah Arab hari Sabtu yang dikelola oleh Syrian Muslim community yang melayani jasa yang sama.
Selain itu, ada pula masjid Ar Rahmah yang dikelola Somalian community. Mereka mengajari hafalan quran, tajwid, bahasa arab dan Islamic study setiap hari.
Dengan berbagai jasa tersebut, kaum Muslimin benar-benar mendapatkan berbagai kebutuhan mereka. Jika kita berjalan di jalan utama Sparkhill, kita merasa seperti sedang berjalan di sebuah kota di Pakistan. Pemandangan ini tak hanya di Birmingham, di London pun banyak town yang didominasi Muslim seperti bagian timur London.
Sayang, pemerintah Inggris tidak seramah masyarakatnya. Pemerintah merencanakan untuk melanjutkan dan memperketat program semacam PVE (Prevent, Violent Extremism) yang sudah dijalankan pemerintah sebelumnya dengan tujuan untuk menciptakan 'british Muslim' sebagai lawan dari Muslim biasa yang mereka tuduh sebagai Muslim radikal.
Aktivitas dakwah di Birmingham Peluang untuk berdakwah di Birmingham sangat besar. Selain di masjid, banyak Muslim berkumpul di pasar, community centre, perpustakaan, dan playground. Asalkan lancar berbahasa Inggris, diskusi apapun bisa berjalan. Apalagi jika bisa berbahasa Arab, antusiasme umat menjadi lebih tinggi. Banyak juga private Islamic circles diadakan di rumah para sisters. Sesekali, kami juga mengundang mereka untuk mengaji di rumah kami.
Alhamdulillah, komunitas Muslim umumnya sangat harmonis. Meski meyakini berbagai madzhab, mereka bersatu dalam masalah yang membutuhkan persatuan ummat, seperti kasus penjajahan Israel terhadap Palestina, kartun Rasul SAW, penghinaan terhadap Quran, dll. Hal ini tidak berarti tidak ada masalah sama sekali. Kami tetap menemui masalah di sana sini, terutama karena pemerintah sangat gencar untuk memecah belah Muslim.[] ummu nazeeha dari birmingham
|