Banner
[55] Menengok Kaum Muslim Birmingham PDF Print E-mail
Thursday, 07 July 2011 21:38

Birmingham adalah kota terbesar kedua di Inggris. Kota ini berjarak kurang lebih 200 km utara London. Menurut statistik tahun 2005, total penduduk Birmingham hanya lebih  sedikit  dari  1  juta.  Dari  total penduduk, 59,1 persen adalah Kristen. Islam adalah agama kedua terbesar, mencapai 14,3 persen. Jadi Muslim di Birmingham tahun 2005 mencapai sekitar 140.000  orang,  yang  dikatakan  sebagai  jumlah terbesar  dibanding  local  authority lain  di  seluruh Inggris..

Kaum Muslim di Birmingham umumnya berasal dari subcontinent, yaitu Pakistan, India, Bangladesh dan Srilanka. Sisanya berasal dari negara-negara arab
dan bagian utara Afrika. Di antara mereka ada sedikit Muslim yang berasal dari Indonesia.

Saya tahu ada 30 keluarga di Birmingham dan sekitarnya dari Indonesia. Mereka berkumpul untuk mengadakan pengajian dua kali sebulan melibatkan
seluruh anggota keluarga mereka. Umumnya mereka adalah pelajar S2 atau S3 di Birmingham University. Sisanya adalah Muslim yang menikah dengan orang asing dan berencana menetap di Inggris.

Tidak heran, dengan jumlah populasi Muslim tersebut, ada lebih dari 140 masjid di Birmingham. Masjid-masjid  tersebut  kebanyakan  berupa bangunan  biasa  seperti  rumah  yang  dibeli  oleh komunitas Muslim untuk salat Jumat, namun banyak pula  yang  berupa  masjid  besar  seperti  layaknya masjid-masjid di seluruh dunia, seperti Birmingham Central Mosque dan Masjid ar Rahman yang kira-kira 2 mil dari Birmingham City Centre.

Kaum Muslimin lebih suka hidup berdampingan dengan sesama Muslim, lebih khusus lagi dengan Muslim dari negara asal mereka. Tidak heran, banyak kota  kecil  di  Birmingham  yang  didominasi  oleh Muslim Bangladesi, Pakistanis, Yemenis, dll. Dengan cara berkumpul seperti ini, mereka akan lebih mudah mendapatkan berbagai kebutuhan mereka seperti makanan  halal,  masjid  yang  berkhotbah  jumat dengan bahasa native mereka, sekolah islam, dll.

Perjalanan mencari 'arabic class'
Kami tinggal di area yang diapit dua area yang jauh berbeda. Sebelah kanan adalah Solihull yang mayoritas adalah white British, dan sebelah kiri adalah
Sparkhill yang dikenal sebagai salah satu pusatnya Pakistanis. Sekolah-sekolah dasar  umum di Sparkhill hampir  100  persen  dihadiri  anak-anak  keturunan Pakistan  sehingga  sekolah  hanya  menyediakan makan siang halal untuk semua pelajarnya. Hampir semua toko daging halal, bahkan banyak Subway, KFC, Pizza Hutt dan Dominos menjual hanya halal menu, sampai kaum non Muslim yang ingin makan ham protes. Ada beberapa sekolah Islam yang di danai pemerintah, community center yang melayani berbagai keperluan Muslim, bahkan kolam renang dan gym yang menyediakan waktu khusus untuk Muslimah.

Saat saya mencari Arabic class untuk anak kami, teman-teman yang umumnya lahir dan besar di sini, banyak  memberi  informasi  masjid  mana  yang
menyediakan  jasa  tersebut.  Kami  mendatangi beberapa masjid yang mengajar anak-anak bahasa Arab dan tahfiz pada Sabtu dan Ahad. MasyaAllah, kami tidak menyangka bahwa ternyata banyak sekali Arabic classes .

Beberapa yang kami datangi adalah Muath's trust yang menyediakan Arabic class untuk baik Arab maupun  non  Arab,  berbagai  level  dari  beginner
sampai university. Kami juga mengunjungi sekolah Arab hari Sabtu yang dikelola oleh Syrian  Muslim community yang melayani jasa yang sama.

Selain itu, ada pula masjid Ar Rahmah yang dikelola  Somalian  community.  Mereka  mengajari hafalan quran, tajwid, bahasa arab dan Islamic study setiap hari.

Dengan berbagai jasa tersebut, kaum Muslimin benar-benar  mendapatkan  berbagai  kebutuhan mereka. Jika kita berjalan di jalan utama Sparkhill, kita
merasa seperti sedang berjalan di sebuah kota di Pakistan. Pemandangan ini tak hanya di Birmingham, di London pun banyak town yang didominasi Muslim seperti bagian timur London.

Sayang,  pemerintah  Inggris  tidak  seramah masyarakatnya.  Pemerintah  merencanakan  untuk melanjutkan dan memperketat program semacam
PVE  (Prevent,  Violent  Extremism)  yang  sudah dijalankan pemerintah sebelumnya  dengan tujuan untuk  menciptakan  'british  Muslim'  sebagai  lawan dari Muslim biasa yang mereka tuduh sebagai Muslim radikal.

Aktivitas dakwah di Birmingham Peluang  untuk  berdakwah  di  Birmingham sangat  besar.  Selain  di  masjid,  banyak  Muslim berkumpul di pasar, community centre, perpustakaan, dan playground. Asalkan lancar berbahasa Inggris, diskusi  apapun  bisa  berjalan.  Apalagi  jika  bisa berbahasa  Arab,  antusiasme  umat  menjadi  lebih tinggi. Banyak juga private Islamic circles diadakan di rumah para sisters. Sesekali, kami juga mengundang mereka untuk mengaji di rumah kami.

Alhamdulillah,  komunitas  Muslim  umumnya sangat harmonis. Meski meyakini berbagai madzhab, mereka bersatu dalam masalah yang membutuhkan
persatuan ummat, seperti  kasus penjajahan Israel terhadap Palestina, kartun Rasul SAW, penghinaan terhadap Quran, dll. Hal ini tidak berarti tidak ada
masalah sama sekali. Kami tetap menemui masalah di sana sini, terutama karena pemerintah sangat gencar untuk memecah belah Muslim.[] ummu nazeeha dari birmingham

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved