| [56] Usai Membantai Umat Islam, Serdadu AS Tertawa |
|
|
|
| Thursday, 04 August 2011 16:25 |
|
Kebengisan serdadu Amerika Serikat kembali terkuak. Kali ini melibatkan para serdadu AS yang bersama-sama serdadu negara Barat lainnya sedang menjajah Afghanistan. Sebagaimana yang diberitakan harian Kompas (23/03), banyak sekali foto dan video yang menunjukkan kelakuan para serdadu AS sedang cengengesan usai membantai warga sipil Afghanistan. Pembantaian sipil serupa sering terjadi, tetapi di podium, para jenderal AS berdalih, sasaran sesungguhnya adalah militan bersenjata. Kini, dari banyak foto dan video para serdadu pembantai itu, ada tiga yang dipublikasikan media Jerman, Der Spiegel, Senin (21/3) lalu dan bikin geger Washington, pusat kendali perang Afghanistan yang kini juga “mengganyang” Libya. Foto pertama menunjukkan Jeremy Morlock, serdadu AS berusia 22 tahun, sedang tersenyum di samping jenazah Gul Mudin, anak seorang petani yang baru saja dia bantai. Peristiwa itu terjadi pada 15 Januari 2010. Seymour M Hersh dari majalah New Yorker menyebutnya tindakan seperti itu kemungkinan bagian dari aktivitas olahraga serdadu AS. Tuduhan Seymour M Hersh bukan tanpa alas fakta. Selain dia pernah menginvestigasi kebengisan serupa dalam penjajahan Sekutu di Irak, olahraga para serdadu itu juga pernah terungkap di pengadilan. Foto berikutnya menunjukkan serdadu lain dalam tim Jeremy Morlock yang juga berpose di samping jenazah yang sama. Hanya, ia tak tampak cengengesan. Morlock dan empat serdadu lainnya kini diadili atas tuduhan membunuh tiga warga sipil, termasuk Gul Mudin tadi. Sedangkan foto ketiga menunjukkan dua jenazah warga sipil yang diikat yang juga berasal dari koleksi foto dan video salah seorang tersangka. Hanya, kasus pembunuhan dua jenazah tersebut belum ditelusuri. Militer dalam pernyataannya mengakui, tindakan seperti dalam foto-foto itu “menjijikkan bagi kita sebagai manusia dan bertentangan dengan standar dan nilai-nilai Amerika Serikat.” Tetapi, ini bukan kejadian pertama. Salah satunya, serdadu lelaki dan perempuan AS terlihat berpose mengejek para tahanan yang sudah ditelanjangi di penjara Abu Graib, 20 mil di barat Baghdad, Irak, delapan tahun silam. Srigala Menjaga Domba? Mereka sangat menikmati membakar tubuh mayat warga Afghanistan, hingga tindakan-tindakan keji yang mereka lakukan dalam penjara Bagram dan Guantanamo. Pasukan penjajah ini juga melakukan pelecehan terhadap para perempuan Muslim dan melakukan kristenisasi. Banyak lagi kejahatan dan kekejaman mereka yang belum terungkap. Pasukan AS di Afghanistan adalah sama dengan pasukan AS yang dikirim ke Libya. Mereka menjalankan misi pemboman dan penghancuran dalam rangka untuk menjajah dan mengambil alih sumber daya alam atas nama melindungi rakyat sipil. Dengan alasan yang sama mereka juga melakukan intervensi politik di Mesir, Tunisia, Yaman dan Bahrain. Masihkah umat Islam meminta perlindungan dari ular berbisa dan memercayakan pada srigala untuk menjaga domba? Apakah orang yang telah membunuhi warga sipil dan anak-anak di Afghanistan akan melindungi saudara-saudara mereka di Libya? Hubungan antara kaum Muslim dengan negara Amerika harus hubungan permusuhan. Amerika adalah negara muhariban fi'lan yang secara nyata membunuh dan membantai umat Islam di berbagai kawasan dunia. Kaum Muslim harus memutus semua hubungan diplomatik dan militer dengan Amerika. Tidak boleh memberikan jalan sedikit pun kepada Amerika penjajah untuk mengintervensi negeri kaum Muslim. Hendaklah tentara kaum Muslim dengan semua kekuatannya membantu mereka yang bekerja untuk mengembalikan khilafah. Negara Khilafah adalah Di bawah naungan khilafah umat Islam akan kembali menjadi umat terbaik di dunia, umat yang disegani, aman sejahtera, dan mulia. Umat Islam akan bekerja kerja keras menyelamatkan manusia dari penjajahan kapitalisme. Pembunuhan di balik topeng busuk demokrasi dan kekejaman yang merupakan sifat asli penjajah.[] fw dari berbagai sumber |




Serdadu AS sangat menikmati pembunuhan terhadap kaum Muslim, bahkan mereka anggap sebagai bagian dari olahraga.





