| [56] Konferensi Muslimah Inggris: Islam, Pembebas Global bagi Perempuan |
|
|
|
| Thursday, 04 August 2011 16:35 |
|
Para pembicara pada paruh pertama menekankan sejarah dan agenda penyebaran opini oleh para politisi dan pemerintah Barat bahwa Islam menekan perempuan dan tidak bisa memperbaiki kehidupan perempuan Muslim. Tuduhan tak berdasar tersebut didorong oleh motif politik dan ekonomi untuk membenarkan pendudukan dan kolonialisasi dunia Muslim sehingga Barat bisa tetap mengendalikan sumber daya di negeri Islam. Pembicara mendiskusikan bagaimana perempuan di dunia Muslim telah ditindas bukan oleh Islam tetapi oleh praktik-praktik tradisi non Islami. Seperti nikah paksa, pembunuhan perempuan atas nama kehormatan dan praktik rezim otokratis non Islam. Pembicara kedua menyoroti kegagalan liberalisme sekuler Barat menjaga martabat, keselamatan, dan kesejahteraan perempuan. Seperti terlihat dengan masih tingginya perkosaan, pelecehan seksual, kekerasan dan diskriminasi yang masih ada dalam masyarakat meskipun lebih dari 200 tahun kelompok feminis memperjuangkan hak-hak perempuan. Untuk itu, Hizbut Tahrir menawarkan sistem alternatif, yakni Islam untuk menyelamatkan kehormatan dan hak-hak perempuan serta kerja sama yang harmonis antar gender. Bagian kedua dari konferensi tersebut membongkar banyak mitos dan kebohongan tentang status dan hak-hak perempuan dalam Islam. Pembicara menjelaskan bagaimana perbedaan gender dalam peran dan hak-hak tertentu dalam Islam telah ditafsirkan sebagai cerminan kerendahan dan status kedua perempuan, sembari mengabaikan banyak bukti-bukti Islam yang mendefinisikan bahwa laki-laki dan perempuan setara. Mereka mendiskusikan bagaimana hukum Islam telah memungkinkan perempuan memiliki kehidupan publik yang aktif dalam lingkungan aman, membentuk keluarga yang kuat dan harmonis yang menjamin hak-hak suami istri dan anak-anak. Para pembicara juga menjelaskan, perbedaan perilaku Islam terhadap perempuan dibandingkan rengan rezim diktator saat ini. Khilafah Islamiyyah menyediakan mekanisme praktis melalui politik, ekonomi, pendidikan, media dan sistem peradilan yang secara mendasar meningkatkan kualitas kehidupan perempuan Muslim dan non Muslim di dunia Muslim. Pembicara terakhir memperlihatkan perjuangan global perempuan Hizbut Tahrir di seluruh dunia dan menyeru agar para perempuan mendukung perubahan nyata di dunia Muslim melalui penegakan kembali khilafah, sebuah negara yang berdiri tidak hanya membebaskan perempuan tetapi juga membebaskan manusia. Di akhir acara, para peserta terharu, terutama ketika peserta non-Muslim mengucapkan dua kalimah syahadah, memeluk Islam. Kontan hal itu disambut dengan takbir oleh peserta.[] fw dari berbagai sumber |




Lebih dari seribu perempuan, Muslim dan non Muslim dari seluruh Inggris dan Eropa menghadiri Konferensi di London, Ahad, (20/3). Konferensi ini diselenggarakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Inggris. Acara tersebut bertujuan untuk melawan tuduhan tanpa henti dari media massa dan politisi Barat tentang penindasan Islam terhadap perempuan. Termasuk menentang anggapan pembebasan perempuan hanya dapat dicapai melalui liberalisme sekuler Barat.





