Banner
[57] Daftar Kejahatan Diktator Suria PDF Print E-mail
Wednesday, 05 October 2011 17:47

Sebagaimana para diktator pada umumnya, Dinasti  Asad  pun  dikenal  mencatatkan berbagai  kejahatan  terhadap  rakyatnya sendiri. Berikut di antaranya:

1. Insiden penjara Tadamur ash-Shahrawi tahun 1980 yang menewaskan lebih dari 700 orang muslim. Rif’at al-Asad (saudara Hafidz al Asad) mengatakan di depan Konfeferensi Regional VII Partai Ba’ats yang diselenggarakan di Damascus  (6/1/1980), menyinggung keinginannya untuk lebih jauh dalam melakukan pembunuhan terhadap setiap oposan politik: “Stalin itu, wahai kawan-kawan, membunuh puluhan ribu manusia dalam melakukan revolusi komunisme. Di mana dia hanya memperhitungkan satu hal saja yaitu kafanatikan kepada partai dan pandangan partai. Umat yang ingin hidup atau tetap eksis memerlukan laki-laki yang fanatik dan partai serta pandangan yang fanatik”.

2. Pada hari selasa 29/9/1981 setelah Ashr, turun ke jalan-jalan kota Damascus sejumlah pemudi yang berpakaian ala militer dan menyandang senjata didampingi oleh sejumlah pemuda bersenjata. Setiap kali melihat seorang wanita atau pemudi yang mengenakan kerudung, mereka tanggalkan secara paksa dan mereka ambil. Mereka juga mencaci maki setiap orang yang menutup kepalanya dan menggambarkannya dengan gambaran yang paling buruk dan juga mereka pukuli. Setiap kali melihat seorang wanita mengenakan jilbab atau busana Islami syar’i, mereka suruh untuk menanggalkannya di jalan, jika tidak orang itu akan mereka ancam dengan senjata dan mereka pukul serta mereka tanggalkan jilabnya dengan paksa.

Seorang laki-laki yang menemani isterinya lalu ia bangkit melawan dan membela isterinya, maka nasibnya tragis di mana mereka menembaknya dan membunuhnya. Banyak wanita yang bangkit mempertahankan kemuliaannya dan menolak menanggalkan pakaiannya sehingga terjadi pergumulan, pertumpahan darah dan koyaknya pakaian. Masyarakat menceritakan banyak riwayat tentang sejumlah orang yang terbunuh.

Belakangan ketahui komandan Rif’at al-Asad dibalik pengiriman mengirimkan 1800 para militer. Mereka diperintah untuk menanggalkan setiap busana Islami baik jilbab maupun kerudung di mana saja dijumpai, khususnya di sekolah-sekolah menengah atas, universitas, instansi-instansi kerja dan di jalan-jalan.

3.  Insiden kota Hamah tahun 1982 yang dihancurkan secara total termasuk 88 masjid dan lebih dari 30 ribu orang tak berdosa tewas yang mayoritasnya wanita dan anak-anak.

4.  Terus menerus menangkapi ratusan orang dari syabab Hizbut Tahrir dan lainnya, membunuh dan menyiksa mereka dengan siksaan yang mengerikan serta memenjarakan mereka dalam waktu panjang. Hingga para wanita, sebagian mereka mengirimkan surat meminta fatwa yang membolehkan mereka untuk bunuh diri disebabkan penyiksaan dan perkosaan yang ditimpakan terhadap mereka.

5. Menelantarkan Palestina berulang-ulang, sejak 40 tahun lalu. Saat itu Hafezh al-Asad menjadi menteri pertahanan ketika terjadi pendudukan Yahudi terhadap Golan. Termasuk sikap lemah diktator Suria di depan setiap kejahatan yang dilakukan oleh pendudukan. Hingga ketika pesawat pendudukan Yahudi terbang di atas istana pemerintah di Damascus dan mengebom beberapa tempat di Suria.

6. Membebek di belakang sponsor Turki dan mediator Prancis dalam membuka  perundingan dengan entitas perampas Zionis Israel.

7. Diktator Suria mengalihkan tanggungjawab ke pundak organisasi-organisasi bersenjata dalam menghadapi pendudukan. Sementara tentaranya tetap berada dalam barak, diparkir diam saja menonton pemandangan berdarah melalui televisi layaknya anak-anak memelototi film kartun.

8. Diktator Suria bergabung dengan koalisi Amerika selama agresi Irak ke Kuwait.

9. Diktator Suria bergabung dengan Amerika dalam perang melawan terorisme

10. Partisipasi diktator Suria dalam mengatur pemilu yang diseleggarakan Amerika di Irak.

11. Penetapan garis batas antara Suria dan Irak.

12.  Diktator Suria mendukung Qaddafi baik sebelum atau sesudah revolusi di Libia.

13. Penangkapan yang dilakukan diktator Suria pada Februari lalu terhadap 16 siswa di Dara’a. Media massa menyebutkan bahwa mereka masih anak-anak di bawah umur. Mereka ditangkap dengan tuduhan menuliskan slogan-slogan di dinding yang menyerukan jatuhnya rezim Suria karena terpengaruh dengan apa yang terjadi di Tunisia dan Mesir.

14.   Pembunuhan oleh aparat diktator Suria terhadap para demonstran di Dara’a, Ladziqiya dan lainnya. Sementara diktator Suria justru tidak mengirimkan aparatnya itu untuk membebaskan Golan, keseluruhan Palestina dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya yang diduduki.[]al-Ustadz Abu Isa, http://www.hizb-ut-tahrir.info

 

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved