Banner
[58] Jajak Pendapat Rakyat Mesir: Mayoritas Ingin Syariah Islam dan Anti Israel PDF Print E-mail
Thursday, 03 November 2011 17:07

Jajak pendapat ini sekaligus menepis opini Barat bahwa rakyat Mesir tidak menginginkan syariah Islam.

Jejak pendapat yang dilakukan “The Pew Global Attitudes Project” mengungkap mayoritas rakyat Mesir menginginkan syariah Islam. Polling yang dipublikasikan surat kabar “Financial Times (FT)” menyatakan 62 persen rakyat Mesir menegaskan perlunya konstitusi yang sejalan dengan syariah Islam.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan bahwa 77 persen responden menyatakan bahwa lengsernya Presiden Mubarak merupakan langkah yang sangat positif. Sebanyak 50 persen responden menyatakan keinginannya untuk membentuk pemerintahan demokratis meskipun dibayangi risiko ketidakstabilan.

Rakyat Mesir setuju untuk menyingkirkan semua sisa pengaruh mantan rezim berkuasa di Mesir. Namun mereka masih selimuti oleh kabut keraguan tentang masa depan politik negara itu, dan khususnya peran para aktivis Islam . Hal ini tampak dari keinginan mereka terhadap syariah Islam, tapi di sisi lain menginginkan pemerintahan yang demokrasi yang justru bertolak belakang dengan syariah Islam.

Namun , polling ini menunjukkan  ketidakbenaran opini yang selama ini dibangun oleh Barat, bahwa rakyat Timur Tengah tidak menginginkan syariah Islam. Jajak pendapat ini mengokohkan hasil sebelumnya yang dilakukan Universitas Maryland . Dalam hasil survei terhadap empat negara Maroko, Pakistan, Mesir, Indonesia pada April 2007 (‘Muslim Public Opinion on US Policy, Attacks on Civilians and al-Qaeda’ ) menyebutkan kecenderungan serupa: “Mayoritas responden (70  persen) di sebagian besar negara-negara mendukung penerapan syariat dengan ketat, menolak nilai-nilai Barat, dan bahkan menyatukan seluruh negeri Islam (Khilafah).”

Anti Zionis Israel dan Amerika

Jajak pendapat  yang dilakukan terhadap ribuan rakyat Mesir di seluruh penjuru negara antara tanggal 24 Maret sampai 7 April, juga menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Mesir ingin membatalkan perjanjian damai dengan Israel (Camp David) yang ditandatangani pada tahun 1979.

Perjanjian damai yang telah ditandatangani lebih dari tiga dekade, ternyata tidak populer di tengah rakyat Mesir. Sebanyak 36 persen rakyat Mesir mengatakan bahwa mereka menginginkan untuk melestarikan perjanjian perdamaian dengan Israel. Sementara 54 persen menyatakan keinginan mereka untuk membatalkannya.

Dijelaskan juga bahwa rakyat Mesir memandang positif terhadap “Ikhwanul Muslimin” dan terhadap  gerakan “6 April”, begitu juga tentara Mesir mendapatkan popularitas sangat besar.

Menurut jajak pendapat itu, pandangan rakyat Mesir terhadap AS tidak berbeda dari pandangannya terhadap Israel, di mana hanya 20 persen responden saja yang memandang positif terhadap AS. Sementara 15 persen responden memandang perlunya memperkuat hubungan dengan Washington. Sebaliknya, 43 persen responden tidak menginginkan hubungan yang lebih erat. []FW dari berbagai sumber

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved