Banner
[52] Kacamata Kuda Ansyad Mbai PDF Print E-mail
Tuesday, 05 April 2011 18:38

Ansyad berceramah panjang lebar. Ternyata narasumber lain isinya bertolak belakang. Acara langsung ditutup.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berkeliling ke kota-kota besar di Indonesia. Medan menjadi kota terakhir Halqah Nasional Penanggulangan Terorisme, Kamis (30/12/ 2010). Harapan untuk bisa berinteraksi dalam halqah ini terkunci.

Acara yang didesain oleh BNPT bersama dengan Forum Praktisi Media yang diketuai oleh Wahyu Muryadi (Pimred Majalah Tempo) ini terasa hambar. Kegiatan yang berlangsung di Asrama Haji dihadiri lebih dari seratus orang. Sebagian besar peserta adalah unsur MUI. Kebetulan saat itu bertepatan dengan penutupan Musda MUI Provinsi Sumut.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 09.00 ini, baru dibuka pukul 10.00. Ketua MUI Sumut Prof Dr Abdullah Syah MA dan Wakil gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho memberikan sambutan yang isinya hampir sama yakni perjuangan Islam tidak harus menggunakan kekerasan.

Halqah yang dimoderatori Prof Dr Syahril Harahap langsung memberi kesempatan kepada Kepala BNPT Ansyad Mbai. Ia mengulang lagi pernyataannya selama ini tentang terorisme.

Pernyataannya tendensius. Ia menjelaskan beberapa defenisi tentang terorisme dan lebih banyak mengarahkannya kepada umat Islam. Seperti biasa ia menyatakan, gerakan Islam radikal saat ini telah menguasai beberapa mesjid, sekolah, kampus, instansi pemerintah dan swasta. Ini ditandai dengan banyaknya selebaran/buletin dan media cetak lainnya yang beredar di sana termasuk di tengah-tengah masyarakat.

Menurutnya, gerakan radikal berpotensi memunculkan terorisme. Dan terorisme yang ada di Indonesia berencana menegakkan negara Islam dan ini akan menjadi ancaman NKRI.

Supaya lebih mantap, Ansyad menganalogikan dengan perjuangan di Palestina. Ketika di Israel, ia mengaku memperoleh informasi dari pejabat tinggi Israel bahwa Israel menyerang Palestina karena rudal-rudal Hamas menyerang Israel. Dan tindakan Israel merupakan pembalasan terhadap Palestina.
Ia berharap kepada para ulama agar menyampaikan Islam yang benar dan rahmatan lil alamin kepada masyarakat karena Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ceramah Ansyad ini berlangsung hampir 40 menit.

Berbeda dengan Ansyad, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno membahas khusus kasus perampokan CIMB Medan. Ia menegaskan dalam kasus Medan tidak ada terorisme. Yang ada adalah kelompok bersenjata yang melakukan tindak perampokan. Ia menyatakan, menyerahkan kepada vonis pengadilan apakah mereka teroris atau perampok, dan bukan kewenangan sembarang orang untuk mem-vonis.

Prof Dr Fadil Lubis yang dikenal liberal mengakui pendidikan formal tidak bisa mengubah perilaku seseorang. Hanya pembinaan-pembinaan dalam bentuk halqah dan semisalnya oleh gerakan Islam yang bisa berubah.

Sementara itu, Ketua MUI Pusat KH Amrullah Ahmad yang hanya berbicara selama 10 menit, mengeluarkan pernyataan yang berbeda dengan Ansyad. Ia mengingatkan bahwa orang-orang kafir yang kuat permusuhannya terhadap kaum muslim adalah Yahudi dan musyrik. Ia punĀ  menjelaskan posisi Amerika. Ia menyebut: Amerika is the real terrorist. Menurutnya, sikap imperialisme AS menjadi sumber lahirnya kekerasan di berbagai belahan dunia, khususnya dunia Islam termasuk Indonesia.

Melihat situasi yang kurang menguntungkan itu, halqah langsung ditutup tanpa ada sesi tanya jawab. Wakil dari Forum Praktisi Media memberikan kesimpulan secara sepihak dan subyektif bahwa; terorisme hari ini basisnya adalah agama dan perlunya langkah komunikasi dan pelurusan terhadap pema-haman yang salah terhadap agama seperti dalam masalah jihad.

Kontan ini membuat gelisah para peserta. Seorang peserta mengaku tidak ada gunanya para ulama dihadirkan disuruh mendengarkan paparan narasumber, satu arah dan tidak ada ruang dialog. Lebih parah lagi kesimpulan dibuat tanpa diskusi dan sangat tendensius. Tindakan BNPT ini dinilai culas dan manipulatif, dengan menggunakan ulama sebagai legitimasinya.[] HAU

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved