Banner
[47] TAUSHIYAH SIYASIYYAH ULAMA PDF Print E-mail
Tuesday, 25 January 2011 11:30

ATAS KEDATANGAN PRESIDEN BARACK OBAMA DAN AGENDA KEMITRAAN KOMPREHENSIF AS-INDONESIA

Dengan mempertimbangkan:
1.    Kewajiban ulama adalah melaku-kan aktivitas amar makruf nahi mungkar; membongkar makar yang dilakukan negara-negara kafir imperialis atas Islam dan kaum Muslim; mengungkap perse-kongkolan para penguasa antek dengan negara-negara kafir penjajah untuk melanggengkan penjajahan mereka di dunia Islam; dan kewajiban ulama untuk melakukan muhasabah lil hukkaam.
2.    Kedudukan AS secara syar'i ada-lah negara kafir harbiy fi'lan, karena AS nyata-nyata telah memerangi, bahkan membantai ratusan ribu kaum Muslim di Iraq, Afghanistan, Pakistan, dan negeri-negeri Islam yang lain; serta menjadi sekutu setia negara teroris zionis, Israel. Berdasarkan fakta ini, maka, hubungan kaum Muslim di seluruh dunia dengan AS, Inggris, dan Negara-negara yang nyata-nyata ikut serta memerangi kaum Muslim adalah hubungan perang ('alaqatul har-biyyah). Karena itu, penguasa-penguasa negeri-negeri kaum Muslim secara syar'i dilarang menjalin hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat, termasuk pula, tidak boleh ada kedutaan, konsul, dan perwakilan mereka di negeri-negeri kaum Muslim.
3.    Barack Obama adalah Presiden AS, negara kafir harbi fi'lan sekaligus imperialis terbukti telah melakukan ber-bagai macam kejahatan atas kaum Muslim, antara lain:
a.    Memerangi dan membunuhi ribuan kaum Muslim di Afghanistan, bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang menewaskan ribuan kaum Muslim termasuk di dalamnya ibu-ibu dan anak-anak yang tidak berdosa;
b.    Tidak menarik sepenuhnya ten-tara Amerika Serikat di Iraq yang telah membunuhi ratusan ribu kaum Mus-lim di sana;
c.    Melindungi, mendukung, bah-kan menyediakan fasilitas untuk negara zionis, teroris Israel yang telah membantai secara brutal rakyat Palestina;
d.    Sampai sekarang belum menu-tup penjara Guantanamo yang men-jadi tempat penyiksaan kaum Muslim, serta pelecehan Kitab Suci Al Quran;
e.    Mengokohkan paham sekuler-isme, liberalisme, dan demokrasi yang nyatanyata mengakibatkan bangsa ini terus berada dalam kemunduran dan keterpurukan.
4.    Kedatangan Barack Obama, se-sungguhnya adalah langkah politik luar negeri AS untuk menjamin kepentingan nasional Amerika Serikat, dan sama sekali tidak memperhatikan kemashlahatan negeri ini. 
5.    Kedatangan Barack Obama ke negeri ini ditujukan untuk memantapkan agenda  “Kemitraan Komprehensif” yang jelas-jelas bersifat imperialistik yang sarat dengan madlarat dan mafsadat.  Lebih dari itu, agenda “Kemitraan Komprehensif” akan menempatkan bangsa dan negara ini di bawah kendali dan hegemoni AS.  Pasalnya, kemitraan komprehensif meru-pakan wujud dari global governance yang menempatkan Amerika Serikat sebagai pengendali dan penguasa atas negara-negara dunia ketiga, termasuk di dalam-nya negara Indonesia. 
6.    Solidaritas umat Islam di seluruh penjuru dunia, wa bil khusus terhadap umat Islam yang tengah diperangi atau didzalimi oleh AS dan sekutu-sekutunya;

Maka, kami, para ulama:
1.    Menyatakan menolak kedatang-an Presiden AS Barack Obama, kepala negara kafir harbiy fi'lan,  ke Indonesia, dan mendorong umat Islam Indonesia untuk mendorong  pemerintah agar tidak mene-rima, menyambut, atau memperlakukan Barack Obama layaknya tamu yang terhormat.
2.    Menolak seluruh agenda jahat-imperialistik  AS yang dijalankan di negeri ini, khususnya agenda “Kemitraan Kom-prehensif” yang jelas-jelas membawa madlarat dan mafsadat bagi negeri ini, khususnya umat Islam.  Mendorong  umat Islam Indonesia untuk mendesak pemerin-tah agar menolak, membatalkan, dan menganulir seluruh perjanjian dan kerja-sama dengan AS, termasuk di dalamnya “Kemitraan Komprehensif”.
3.    Menyampaikan taushiyyah (reko-mendasi) pada seluruh komponen umat Islam sebagai berikut:
a.    Mengajak seluruh komponen umat Islam di Indonesia, khususnya pe-nguasa dan politisi, partai, ormas, serta elemen-elemen umat Islam yang lain un-tuk bersama-sama menolak kedatangan Barack Obama, dan sekularisme-demo-krasi yang jelas-jelas telah menjadi sumber madharat bagi bangsa ini.
b.    Mengajak seluruh komponen umat Islam khususnya Ulama, untuk ber-ada di garda terdepan dalam perjuangan menegakkan syariah dan khilafah serta memberikan ta'yid (dukungan)  pada para pengemban dakwah yang berjuang untuk menegakkan syariah dan khilafah.

24 Dzulqa'dah 1431 H
Majlis Al-Buhuts Al-Islamiyyah
Hizbut Tahrir Indonesia

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved