| [55] Ahmadiyah Jadi Dagangan |
|
|
|
| Thursday, 07 July 2011 14:53 |
|
Kami 54 organisasi HAM di Indonesia akan melaporkan kasus-kasus kekerasan terhadap Ahmadiyah kepada Dewan HAM PBB. Kami menilai praktik kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah sudah masuk kategori kejahatan terhadap kemanusiaan dan bahkan mengarah pada genosida," sesumbar Itu bukan rusuh pertama soal Ahmadiyah. Menurut Komnas Perempuan, setidaknya telah terjadi 342 kali kerusuhan Ahmadiyah dalam rentang 2007-2010. Tentu saja dalam laporan itu tidak disebutkan akar masalah kerusuhan dan provokasi Ahmadiyah yang menimbulkan kemarahan masyarakat. Terma- Pada 16 April 2008, Bakorpakem (Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat) menyatakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai Setelah peristiwa Cikeusik, Presiden SBY meminta semua pihak kembali kepada aturan main SKB tadi. Melalui Surat Keputusan No 188/94/KPTS/013/2011, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menerbitkan larangan aktivitas jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Timur. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun menerbitkan Pergub Nomor 12 Tahun 2011 mengenai larangan aktivitas Ahmadiyah di wilayahnya. Menyusul kemudian Pemkot Samarinda dengan SK Walikota yang isinya senada. Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Din Syamsuddin, melalui Perda itu pemerintah pusat ingin cuci tangan. "Saya menilai ini adalah cara Ketidaktegasan Presiden SBY untuk membubarkan Ahmadiyah, menjadikan kasus ini barang dagangan LSM. Laporan HRWG kepada sidang tahunan Dewan HAM PBB ke-16 akan menempatkan pejabat-pejabat negara dalam kerangka sistematis yang memproduksi lahirnya kejahatan terhadap kemanusiaan. Bukan sekali ini kelompok LSM berusaha ''menjual'' isu Ahmadiyah ke internasional. Usai bentrokan di Monas, 1 Juni 2008, aktivis AKKBB mendorong Ahmadiyah mengajukan suaka politik untuk mengantisipasi pelarangan aktivitas mereka. Sebab, mereka seolah diusir dari negeri sendiri karena dianggap berbeda. Keluarnya SKB pun oleh HRWG dilaporkan ke sidang pleno ke-8 Dewan HAM PBB di Jenewa. Umpan itu disambar asing untuk mengintervensi Indonesia. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Departemen Agama, Prof Nasarudin Umar, pernah menyebut empat negara yang meminta agar Ahmadiyah tidak dibubarkan. "Memang ada empat negara yang mengimbau agar Ahmadiyah tak dibubarkan. Yaitu dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan satu lagi saya lupa. Suratnya ditujukan ke Menteri Agama dan ada tembusannya ke saya," tandas Nasarudin, di Jakarta, Senin (25/2/2008). Anggota Kongres Amerika pun menanyakan penanganan kerusuhan Ahmadiyah di Cikeusik kepada Presiden RI. Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, kepada wartawan di gedung DPR, 7 Pebruari lalu meminta pemerintah mewaspadai pihak-pihak yang berencana Jacob Levich, dalam artikelnya “When NGOs Attack” membeberkan bagaimana LSM-LSM “saat ini secara terbuka terintegrasi dalam keseluruhan strategi Washington untuk mengkonsolidasi supremasi global”. Counterpunch, sebuah newsletter portal Amerika, membeberkan bahwa sejumlah LSM di seluruh dunia yang didanai AS memang berfungsi sebagai instrumen untuk menyebarkan misi kebijakan AS di negara lain. Mereka ini yang seharusnya dibubarkan.[] ta |




Ketidaktegasan Presiden SBY untuk membubarkan Ahmadiyah menjadikannya sebagai isu laten.





