| [59] Antek Yahudi Cari Sensasi |
|
|
|
| Thursday, 03 November 2011 18:22 |
|
Penolakan pun muncul dari berbagai pihak. “Sangat tidak pantas dan ini berarti menantang umat Islam,” ujar Juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Muhammad Ismail Yusanto. Menurutnya, semua umat Islam tahu bahwa Israel adalah penjajah Palestina. Mereka melakukan kezaliman. “Di tengah situasi seperti ini, perayaan tersebut sangatlah membahayakan, ini kejahatan,” kata Ismail. Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendesak Polri tidak memberikan izin terhadap acara yang berpotensi memancing keributan tersebut. "Polisi jangan mengizinkan acara itu. Kalau ada reaksi keras bisa timbul keributan," ujar Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj Said Aqil menegaskan, penolakan perayaan kemerdekaan Israel bukan berarti penolakan terhadap Yahudi. Sebagai agama, katanya, Yahudi harus dihormati sebagaimana agama-agama yang lain. "Tapi zionis yang mendirikan Israel yang zalim, tentu kita tidak setuju," kata Said Aqil. Hari yang dianggap sebagai hari kemerdekaan Israel di mata bangsa Palestina adalah hari tragedi (Al Nakba). Setiap tanggal 15 Mei, bangsa Palestina, bangsa Arab lainnya, serta jutaan umat Muslim di dunia memperingati Al Nakba. Sebuah hari yang mempunyai arti malapetaka ketika pada tahun 1948, Israel melakukan pengusiran dan perebutan tanah dan rumah bangsa Palestina yang menyebabkan sekitar 700.000 warga Palestina menjadi pengungsi. Kontan saja Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf naik pitam. Menurutnya, perayaan kemerdekaan Israel tidak sesuai dengan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 sebagai konstitusi Indonesia. "Yaitu, penjajahan di atas bumi harus dimusnahkan. Untuk itu, apabila kita mau mengadakan hubungan apa pun dengan Israel, sebaiknya diubah dulu Pembukaan UUD 1945," ketusnya. Namun setelah melihat reaksi keras dari berbagai pihak, rencana provokatif itu dipindah ke tempat tersembunyi di Puncak, Bogor. “Perayaan sudah dilakukan tadi di sebuah hotel di Puncak. Sebelumnya kita menyanyikan lagu Indonesia Raya, lalu menyanyikan Hatikva dan membaca doa Halil semacam doa untuk orang Israel,” kata Direktur Eksekutif Indonesia-Israel Public Affair Committe (IIPAC), Benjamin Ketang kepada detikcom, Sabtu (14/5/2011). Benjamin menjelaskan, pelaksanaan perayaan ini bukan dilakukan dalam sebuah upacara khusus. Namun di sebuah ruangan khusus secara tertutup di hotel yang tak mau disebutkan alamatnya. Menurut Direktur Eksekutif Ma'arif Institute, Fajar Riza Ul Haq, HUT Israel sudah biasa dilakukan di Manado dan Papua. Namun baru kali ini saja dipublikasikan. Dipublikasikannya perayaan HUT Israel yang biasanya digelar tertutup memunculkan kesan 'test the water' alias mencoba melempar wacana untuk melihat reaksi publik. Sehari sebelum perayaan, Benjamin sempat ditanya Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia Adian Husaini dalam suatu acara di salah satu televisi swasta. “Jika Anda menyatakan acara ini dilaksanakan oleh Komunitas Yahudi Indonesia, lantas saya ingin tanya apakah agama Anda? Yahudi, Kristen, atau Muslim?” ujar Adian. Saat itu Benjamin Ketang sempat terdiam. Salah seorang anggota DPR juga ingin tahu respon Benjamin. Pembawa acara pun tampak menunggu. Ia tetap tidak menjawab secara jelas, melainkan hanya mengutip salah satu ayat Ibrani. “Dalam Ibrani dikatakan Tuhan itu satu,” akhirnya Benjamin buka mulut. Menurut Artawijaya, seorang pengkaji Yahudi di Indonesia, Benjamin Ketang adalah kader muda NU binaan Gus Dur yang berhasil menyelesaikan studi masternya di Hebrew University, Jerussalem. Benjamin Ketang yang bernama asli Nur Hamid adalah kader muda NU yang diplot untuk membangun sebuah jejaring politik dan bisnis Yahudi di Indonesia. IIPAC yang diketuai Benjamin beraliansi ke AIPAC dan Australia Jewish Comitte.[] joy/berbagai sumber |




Akhirnya setelah ditolak berbagai pihak perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-63 negara ilegal Israel urung dirayakan di Jakarta. Rupanya nyali kelompok yang menamakan diri Komunitas Yahudi di Indonesia itu ciut juga berhadapan dengan umat Islam yang benar-benar marah dengan pelecehan tersebut. Padahal, ketua panitia HUT Israel Unggun Dahana pada Kamis (12/5) sudah sesumbar akan merayakan di sebuah lapangan di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/5).





