Banner
[53] Bijak Menonton Televisi PDF Print E-mail
Thursday, 14 April 2011 15:28

Televisi sepertinya sudah menjadi kebutuhan pokok. Hampir semua rumah di Indonesia mempunyai televisi. Bagi yang tidak memiliknya pun, bisa menumpang nonton di tetangga atau saudara.

Seperti halnya benda yang lain, televisi bisa mendatangkan kebaikan dan keburukan bagi pemirsanya. Semua bergantung pada acara yang ditayangkan di layar kaca tersebut.

Manfaat Televisi
Paling tidak ada tiga manfaat yang hadir dari tayangan televisi. Pertama, manfaat yang bersifat kognitif yaitu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan atau informasi dan ketrampilan. Tayangan bersifat kognitif ini antara lain berita, dialog, wawancara, dan sejenisnya. Kedua, manfaat afektif, yakni yang berkaitan dengan sikap dan emosi. Contohnya, acara-acara yang mendorong pada pemirsa memiliki kepekaan sosial, kepedulian sesama manusia dan sebagainya. Ketiga, manfaat yang bersifat psikomotor, yaitu berkaitan dengan tindakan dan perilaku yang positif. Acara ini dapat kita lihat dari film, sinetron, drama dan acara-acara yang lainnya dengan syarat semuanya itu tidak bertentangan dengan norma-norma yang berlaku atau merusak akhlak pada anak.

Mudharat Televisi
Banyak keburukan yang ditimbulkan oleh televisi, di antaranya:

1. Menyia-nyiakan waktu dan umur
Tak jarang banyak orang kehilangan waktu karena menonton siaran televisi yang tak berguna.

2. Melalaikan tugas dan kewajiban

Menonton televisi dengan acaranya yang memikat dan menarik sering kali membawa permirsanya pada kelalaian. Kalau sudah begitu, tugas dan kewajiban bisa terlupakan. Bahkan ke masjid pun enggan karena terbius acara televisi yang sayang kalau ditinggalkan.

3. Menumbuhkan sikap hidup konsumtif

Televisi sekarang identik dengan iklan. Keberadaan iklan ini mengajari pemirsa untuk berlaku konsumtif. Sekarang perilaku konsumtif ini pun muncul dalam sinetron dan film-film.

4. Mengganggu kesehatan

Tidak baik terlalu sering dan terlalu lama terpaku di depan televisi karena bisa mengganggu kesehatan apakah mata atau bagian tubuh lainnya karena kepenatan atau lainnya.

5. Alat transfer kejahatan dan kebejatan moral

Sifat manusia yang suka meniru, cenderung menjadikan tayangan televisi sebagai panutan. Dalam sistem kehidupan yang hedonistis sekuler, acara televisi cenderung membawa nilai-nilai Barat. Tanpa sadar, pemirsanya akan terbawa nilai-nilai tersebut jika tidak punya filter yang kuat. Tayangan sinetron dan film selalu menyertakan adegan kekerasan, pornografi, pornoaksi, dan perilaku menyimpang lainnya.

6. Memutuskan silaturahmi

Dengan kehadiran televisi di hampir setiap rumah tangga, banyak orang tidak lagi merasa membutuhkan teman, kawan, sahabat untuk misalnya; saling berbagi suka dan duka, saling bertukar pikiran dan berbagai keperluan lainnya sebagaimana layaknya hidup dan kehidupan suatu masyarakat yang islami.

7. Mempengaruhi dan menurunkan prestasi belajar murid

Ini terkait dengan habisnya waktu siswa karena kelamaan berada di depan televisi.

Makanya, kita perlu bijak dan tepat dalam memperlakukan televisi bagi diri kita sendiri, keluarga, maupun anak-anak kita. Jangan sampai kita tersandera oleh tayangan televisi. Pilihlah tayangan yang bermanfaat dan hindari yang mudharat. Jangan lupa lihat isi setiap tayangan. Tayangan televisi bisa menjerumuskan. Waspadalah![] mj

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved