Banner
Ba'asyir: Bom Cirebon dan Solo Itu Ngawur! PDF Print E-mail
Monday, 03 October 2011 16:32

Jakarta - Ustadz Abu Bakar Ba'asyir sempat dikait-kaitkan dengan jaringan teroris bom Cirebon dan Solo. Namun bagi ustadz yang kini berstatus narapidana itu, dua pengemboman itu ngawur.

"Itu salah. Yang bikin bom pun salah. Malah nggak boleh itu, bom sembarangan. Itu ibadah yang ngawur, itu hanya sekadar emosi tak berdasarkan syariat," kata Ba'asyir.

Hal itu disampaikan Ba'asyir saat hendak menuju Klinik Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (3/10/2011) untuk periksa gigi. Ba'asyir mengenakan gamis dan peci putih.

Ba'asyir juga membantah mengenal para pelaku pengeboman baik Cirebon maupun Solo. Pria berkacamata itu juga tidak mau peristiwa pengeboman itu dikait-kaitkan dengan JAT.

"Itu omong kosong, kan saya baiat banyak orang, tapi kan JAT tidak pernah berbuat seperti itu, tidak pernah mengajarkan seperti itu. Saya tidak kenal, saya tidak tahu," kata Ba'asyir.

Ba'asyir pun meminta semua pihak tidak mengait-kaitkan keduanya dengan JAT. Bisa saja keduanya memang anggota JAT, namun bukan berarti JAT bisa disalahkan karena selama ini JAT tidak pernah mengajarkan hal semacam itu.

"Itu urusan anggota masing-masing. Umpama pun ada anggota yg terlibat, kan ga bisa disalahkan JAT-nya, kalau misalkan ada polisi yg melakukan kesalahan, masa Mabes Polri dibubarkan, kan itu urusan pribadi," kata Ba'asyir.[]detik

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved