| Presiden Dinilai Lamban Tangani Papua |
|
|
|
| Tuesday, 01 November 2011 12:16 |
|
"Saya khawatir masalah ini berlarut-larut tidak ada penyelesaian," kata Direktur Eksekutif Imparsial Poengky Indarti, Selasa (1/11/2011). Meskipun Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 tahun 2011 tentang Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat, dan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 154 tahun 2011 tentang pengangkatan Bambang Darmono sebagai kepala unit itu sudah diterbitkan, kalau belum dilantik, tentunya Bambang Dharmono tidak bisa bekerja. Sementara itu, Bambang Dharmono yang dikonfirmasi membenarkan dirinya belum dilantik menjadi Kepala Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat. "Saya masih menunggu dilantik," tegasnya. Poengky mengatakan, lambannya penerbitan Perpres, Keppres dan pelantikan Bambang Darmono menunjukkan Presiden SBY bersikap ragu-ragu, setengah-setengah dalam menangani konflik di Papua. Padahal penanganan masalah Papua harus dilakukan dengan cepat agar masalahnya tidak kian merebak. Dia bersama kalangan masyarakat sipil berharap unit ini bisa melakukan pendekatan kemanusaiaan (humanity approach) terhadap Papua melalui dialog, dan pro pengembangan masyarakat (people development). Apalagi Bambang Dharmono memiliki pengalaman penanganan pembangunan Aceh pasca perdamaian Helsinki.[]kompas |




mediaumat.com- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai lamban dan setengah-setengah dalam menyelesaikan konflik di Papua. Salah satu indikatornya, hingga kini Presiden belum melantik Mayjen TNI Bambang Dharmono menjadi Kepala Unit Percepatan Pembangunan di Papua dan Papua Barat.





