Banner
Gema Pembebasan Jabar: Reformasi Gagal, Saatnya Revolusi Islam PDF Print E-mail
Wednesday, 23 May 2012 18:09

Mediaumat.com- Bandung- Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Jawa Barat menganggap reformasi di Indonesia yang sudah bergulir 14 tahun tidak menunjukan grafik memuaskan. Bahkan, Gema Pembebasan menilai reformasi selama ini telah gagal.

Tudingan itu diserukan 50 mahasiswa yang tergabung Gema Pembebasan Jabar saat menggelar aksi unjuk rasa Selasa (22/5) di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Demo tersebut berkaitan momen Hari Kebangkitan Nasional.

"Selama 14 tahun reformasi, problematik di negeri ini tidak berubah dan masalah terus ada. Kami menyatakan menggugat reformasi lantaran gagal," jelas Juru Bicara Gema Pembebasan Jabar Ipang Fatin kepada wartawan.

Menurut Ipang, buktinya di Indonesia persoalan korupsi kian merajalela, kasus penganiayaan TKI masih terjadi, sumber daya alam yang dikuasai asing, kasus gizi buruk, serta setumpuk masalah lainnya. "Contohnya kasus Century merugikan negara 6,7 triliun rupiah yang hingga belum tuntas. Ini bukti kegagalan pemerintah orde reformasi," ucapnya.

Lebih lanjut Ipang menyebut, ideologi kapitalis yang bercokol di sistem Indonesia melahirkan kegagalan. Sebab, sambung dia, ideologi kapitalis menyebabkan krisis dan kesenjangan sosial.

"Maka itu, ideologi kapitalis harus dibuang. Ganti dengan ideologi Islam untuk membangkitkan negeri ini," tutur Ipang.

Demonstran semua pria ini membawa sejumlah poster yang bertulis, 'Reformasi Telah Gagal, Saatnya Revolusi Islam,' dan 'Revolusi Islam Harga Mati'. Aksi dijaga sejumlah polisi ini berlangsung damai dan tidak mengganggu arus lalu lintas.[] gp jabar

 


 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved