Banner
[43] Ibadah Seoptimal di Bulan Ramadhan PDF Print E-mail
Thursday, 23 December 2010 17:36

Saat ini perasaan bahagia dan sedih bercampur. Bahagia karena sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Iedul Fitri. Sedihnya berarti pada waktu yang bersamaan kita pun meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Bulan yang membuat kita lebih ringan berjalan untuk shalat berjamaah di masjid, membaca Alquran, dan melakukan berbagai amaliah sunah dan wajib lainnya.

Tetapi apakah pasca Rama-dhan kita tetap bisa menjaga semua ibadah itu? Agar setiap Muslim bisa beribadah di sebelas bulan lainnya seoptimal ibadah di bulan Ramadhan tentu saja harus mempunyai ilmunya. Tanpa ilmu ia tidak akan mengetahui. Contoh, ada nasi goreng enak di Kampung Ketapang. Karena tahu, ia pasti mengejarnya. Ketika dimakan memang ternyata enak. Ia jadi langganan. Karena enggak tahu ya jadi biasa-biasa saja. Karena kurangnya pengetahuan akhirnya orang-orang cenderung meng-abaikan. Jadi menurut saya kuncinya itu memang di pendidikan, di ilmu.

Orang-orang pintar, yang ngaku pintar tentang fadhilah Ramadhan, seharusnya membuat majelis terus tanpa berhenti baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Yang jadi masalah kan orang tarbiah (pendidikan) Ramadhan pada H minus satu Ramadhan. Jelas kurang kan? Harusnya tarbiah mulianya bulan Ramadhan itu dilakukan sejak bulan Syawwal. Tarhib Ramadhan itu kalau bisa sejak Syawwal. Jadi sekolah benar-benar tentang Ramadhan.

Kita mesti lebih banyak mengeluarkan newsletter yang gratis dan disampaikan kepada umat, terutama mengenai kisah-kisah Nabi dan sahabat. Bukankah Ramadhan ini bulan yang ditakdirkan Allah SWT banyak perto-longan, rahmat, berkah, rizki, ilmu. Testimoni-testimoni ini harus disebarkan lebih banyak dari yang ada sekarang agar kepahaman orang tentang Ramadhan lebih baik lagi.

Allah SWT menyuruh kita berpuasa itu agar menjadi orang yang bertakwa. Allah SWT pun dalam Alquran Surat At Thalaq ayat 2 dan 3 menjanjikan kepada orang yang bertakwa itu jalan keluar yang tidak disangka-sangka untuk mengatasi kesulitan hidupnya. Allah SWT memberikan kelapangan di setiap kesem-pitannya.

Salah satu kunci kita agar terkategori orang bertakwa ya harus berpuasa. Jadi perbanyak-lah amalan-amalan ibadah jauh-jauh hari sebelum Ramadhan tiba. Jadi persiapan menyambut Ramadhan itu memang harus sebelas bulan sebelumnya. Tidak akan ada sambutan itu bila kita memang tidak mengenal Allah, tidak mengetahui Ramadhan sebagai bulan yang ditakdirkan penuh berkah ini.

Sayangnya media massa, televisi terutama, hanya bercanda, tidak serius, tidak benar-benar memberikan pendidikan tentang Ramadhan. Televisi hanya cari gara-gara saja. Mereka menyiar-kan tayangannya berbau Rama-dhan di bulan Ramadhan karena sekadar mencari untung materi, bukan untuk berdakwah ataupun syiar Islam.

Kalau memang benar tidak sekadar mencari untung materi, penyelenggara televisi tersebut memperhatikan kaidah-kaidahnya tayangan yang bertentangan dengan Islam. Yang bertentangan harusnya tidak boleh ada lagi, apalagi di bulan Ramadhan ini.

Sedangkan pemerintah bukannya tidak mencegah, tetapi tidak punya pikiran untuk men-cegah. Pemerintah sudah sibuk dengan mempertahankan kekua-saan. Walhasil pemerintah pun tidak bisa diharapkan untuk mem-berikan tarbiah Ramadhan atau mengarahkan media massa untuk benar-benar memberikan tarbiah Ramadhan.

Ustadz pun demikian. Bukan karena ustadznya yang tidak mau memberikan tarbiah, tetapi jumlah ustadz sangat sedikit belum berbanding ideal dengan banyak-nya jumlah umat yang harus dibina.

Jadi sekarang harapannya ada di umat Islam yang sadar. Bergeraklah terus, sebagai apapun posisi kita. Yang jadi orang tua nasihati anak, yang jadi anak nasihati orang tua, kakak nasihati adik, adik nasihati kakak, suami nasihati istri, istri nasihati suami, tetangga nasihati tetangga, begi-tu terus. Jadi jangan mengandalkan orang yang sudah digelari ustadz saja untuk melakukan itu.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved