| [53] The Chosen One |
|
|
|
| Thursday, 14 April 2011 16:10 |
|
Yaa Nabi salam 'alayka
Pada bulan Rabi'ul awal setiap tahunnya senantiasa diperingati hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW. Salah satu Mencintai dengan Meneladani Al-Zujaj juga berkata, "Cinta manusia kepada Allah dan Rasul-Nya adalah menaati keduanya serta meridhai segala perintah Allah dan segala ajaran yang dibawa Rasulullah SAW". Cinta dalam arti yang dimaksudkan di atas adalah kewajiban. Sebab, mencintai Allah dan Rasul-Nya terikat dengan pengamalan syariat yang telah diwajibkan oleh keduanya. Artinya, ketika seorang Muslim menyatakan bahwa kecintaannya yang tertinggi adalah kepada Allah dan Rasul-Nya, dia wajib untuk mengekspresikan kecintaannya itu dengan meneladani segala perilaku beliau dalam segala aspek kehidupan. Allah SWT berfirman: Katakanlah, “Jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.” [TQS. Ali Imran: 31]. Selain itu, kecintaan pada Rasul SAW juga harus diposisikan di atas kecintaan pada hal-hal keduniaan. “Tidak beriman seorang hamba hingga aku lebih ia cintai daripada keluarganya, hartanya, dan seluruh manusia yang lainnya”. [HR. Muttafaq 'alaih]. Masterpiece Keteladanan Rasulullah SAW adalah pemimpin segala bidang. Beliau pemimpin umat di masjid, di dalam pemerintahan, juga di medan pertempuran. Nabi tampak seperti psikolog yang mengubah jiwa manusia yang biadab menjadi beradab. Beliau juga seorang politikus yang berhasil menyatukan suku-suku bangsa hanya dalam waktu kurang dari seperempat abad. Beliau juga pemimpin ruhani yang melalui aktivitas peribadahannya telah mengantarkan jiwa pengikutnya ke alam kelezatan samawiyah dan keindahan suasana ilahiah. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. [Al-Ahzab: 21] Siapapun yang mencintainya, sering mengingatnya, hendaknya ia berkeinginan untuk meneladani dan mengikuti jejaknya serta sudah selayaknya hidup dengan menjalani perilaku yang pernah beliau praktikkan. Sebab, beliau merupakan teladan sekaligus ikutan bagi seluruh kaum Penutup Momentum Maulid Nabi sudah selayaknya kita arahkan untuk mengingat kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kaum Muslim melalui kelahiran tersebut, yaitu berupa kenyataan bahwa melalui tangan Rasulullah, Allah memenangkan agama ini di atas agama-agama yang lain. Lewat perantaraan beliaulah kegelapan jahiliyah digantikan dengan cahaya Islam, hukum kufur digantikan dengan hukum Islam. Allah SWT memerintahkan kita untuk meneladani Rasul dalam setiap aspek kehidupan. Allah memerintahkan kita untuk menjalankan Islam secara kaffah. Karenanya, di bulan Rabi'ul Awwal ini tidak cukup hanya ingat akan kelahiran Nabi Muhammad SAW saja, melainkan bagaimana kaum Muslim secara |




Oleh: Asep Kurniawan, Koordinator BKLDK Bandung Raya





