Banner
[61] Konferensi Rajab, Teguhkan Komitmen Penegakan Khilafah PDF Print E-mail
Wednesday, 07 December 2011 14:59

Oleh: KH Syamsuddin Latif
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar

Ulama adalah tokoh masyarakat yang dipercaya umat, sebagai ‘warisatul anbiya’ atau pewais para nabi sehingga harus berada di garda terdepan dalam mendidik umat dan memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah.

Ulama berkewajiban untuk menyampaikan kebenaran, menjelaskan pada umat mana yang haq dan mana yang bathil, menampilkan Islam sebagai sebuah sistem hidup yang sempurna dan paripurna, bukan sekadar penjaga moral atau ritual saja.

Kalau tanggung jawab ini ditinggalkan atau dilalaikan para ulama, maka di akhirat nanti akan dimintai pertanggungjawaban yang berat di sisi Allah SWT. Di sinilah peran ulama untuk tampil menyampaikan Islam secara kaffah, menampilkan Islam sebagai solusi atas segala permasalahan umat dan manusia, menampilkan Islam yang mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari istinja, bagaimana mengatur rumah tangga, hubungan sosial sampai mengatur negara.

Ulama harus tampil kokoh dan tidak takut kepada siapapun dalam menyampaikan kebenaran Islam. Yang ditakuti hanya Allah SWT sehingga tidak akan berkompromi atau bermanis muka dengan penguasa hanya sekadar untuk memperoleh kenikmatan di dunia. Kegiatan kontak dan dakwah kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama kepada tokoh-tokoh umat yang memiliki pengaruh.

Kewajiban Ulama

Kewajiban kita hanyalah mendakwahkan Islam sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dengan mengerahkan segala daya upaya yang dimiliki. Persoalan apakah berhasil atau tidak, atau apakah ditolak atau diterima, itu adalah urusan Allah SWT.

Laksana petani yang menginginkan hasil berupa buah yang baik, maka kewajibannya adalah menyiapkan bibit, memupuk dan memelihara tanaman dengan semaksimal mungkin. Persoalan apakah nanti ada yang berhasil menjadi buah yang baik atau tidak, diserahkan kepada Allah SWT.

Mengemban dakwah Islam saat ini harus dirahkan pada upaya penegakan syariah dan khilafah. Karena hanya khilafah yang menjadi satu-satunya institusi  yang dapat melaksanakan Islam secara kaffah. Tanpa sistem khilafah, syariah mungkin saja bisa dilaksanakan tapi tidak akan sempurna atau tidak bisa secara totalitas.

Kita bisa belajar dari upaya penegakan syariah di Nangroe Aceh Darussalam. Selain banyak ditentang, upaya penegakan syariah seperti pembuatan perda syariah misalnya justru banyak dibatalkan bahkan dihapuskan dengan alasan bertentangan dengan hukum nasional.

Selain sebagai institusi pelaksana Islam kaffah, hanya dengan khilafah umat Islam bahkan seluruh manusia bisa sejahtera apabila hidup di bawah naungan khilafah. Telah terbukti ketika manusia sombong dan angkuh, tidak mau mengatur kehidupannya dengan apa yang diturunkan oleh Allah, maka hanya melahirkan kerusakan dan penderitaan.

Sebagai contoh, di negeri ini dibuat penjara dengan tujuan untuk  mendidik dan membuat jera. Tapi kenyataanya justru penjara ditujukan hanya untuk orang miskin, bukan bagi yang berduit. Bahkan penjara justru menjadi lahan subur untuk membuat kejahatan lainnya seperti korupsi, narkoba, dan lainnya.

Belum lagi kita melihat rusaknya sistem kehidupan saat ini karena memang dibiarkan oleh negara seperti maraknya pergaulan bebas, pornografi, kriminalitas, dekadensi moral, korupsi, dan lainnya.

Saatnya kita menyelamatkan negeri kita yang mayoritas Muslim dengan syariah dan khilafah. Dakwah harus terus menerus dilakukan dengan menyampaikan wajibnya menegakkan syariah dan khilafah dan indahnya bernaung di bawah syariah dan khilafah.

Kalau ada orang sekuler menolak khilafah dengan alasan  pluralitas, kita harus menyampaikan bahwa ketika Islam tegak dengan khilafah maka non Muslim pun akan terlindungi dan bukanlah menjadi ancaman, sebagaimana dicontohkan oleh Rasululullah SAW.

Justru sangat mengherankan kalau ada Muslim apalagi tokoh umat yang menolak keniscayaan akan kembalinya khilafah, apalagi menganggap khilafah utopis. Padahal, orang-orang Barat sendiri mengakui bahkan memprediksi khilafah akan tegak seperti prediksi NIC bahwa khilafah akan tegak pada tahun 2020.

Pertolongan Allah SWT pasti akan datang sesegera mungkin jika dakwah ini dijalankan secara konsisten sesuai dengan metode Rasulullah. Menegakkan Islam bukanlah dengan jalan demokrasi atau dengan melakukan kompromi dengan sistem yang nyata-nyata kerusakannya seperti saat ini. Apalagi memperjuangkan Islam dengan cara tidak benar seperti mengatasnamakan perjuangan Islam dengan cara mencuri, merampok atau tindak kekerasan lainnya.

Dukung Hizbut Tahrir

Semua komponen umat harus mendukung dan bersama-sama Hizbut Tahrir untuk  berjuang menegakkan syariah dan khilafah dengan mengikuti manhaj kenabian. Kader-kader Hizbut Tahrir harus terus menerus melakukan penyadaran besar-besaran kepada umat Islam dan menyampikan kepada mereka wajibnya dan indahnya hidup di bawah naungan syariah dan khilafah.

Oleh karena itu, momentum bulan Rajab 1432 H menjadi sangat penting untuk mengingatkan kaum Muslimin pada peristiwa keruntuhan khilafah 90 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 28 Rajab 1342 H.

Pasca keruntuhan Khilafah Utsmaniyah, umat laksana anak ayam tanpa induk sehingga membawa kemerosotan sangat parah pada diri umat Islam.

Bulan Rajab 1432  juga menjadi momentum untuk penyadaran besar-besaran umat bahwa bahwa hanya dengan khilafah kaum Muslimin dapat bangkit dan membangun kembali kejayaaan peradaban dan menggapai kesejahteraan.

Melalui Konferensi Rajab 1432 H yang digelar Hizbut Tahrir di seluruh belahan dunia kita berharap akan makin menumbuhkan kesadaran umat, meneguhkan komitmen, sekaligus memperkuat ukhuwah dalam perjuangan menegakkan khilafah.

Mudah-mudahan pelaksanaan Konferensi Rajab 1432 H dapat berlangsung dengan sukses dan membuka mata dan hati seluruh komponen umat bahwa saatnya kita menaggalkan sistem kufur dan beralih ke sistem khilafah, dan menggelorakan semangat untuk menyosong pertolongan Allah SWT yang semakin dekat.[]

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved