Banner
[46] Hentikan Teror Densus 88! PDF Print E-mail
Monday, 08 November 2010 14:39

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam Perjuangan!
Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda. Mungkin Anda agak lama menantikan kehadiran kami. Kalau biasanya kami hadir setiap dua mingguan, edisi ini kami baru menyapa Anda kembali tiga pekan setelah terbitan sebelumnya. Bukan apa-apa, ini hanyalah soal teknis terbit mengingat Oktober lalu ada lima minggu. Kami mohon maaf tidak memberikan informasi pada edisi sebelumnya. Semoga Anda maklum.
Pembaca yang dirahmati Allah, di jeda waktu terbit yang agak panjang itu kami mengirimkan kru Media Umat ke Medan, Sumatera Utara. Kami ingin mengetahui duduk perkara yang sebenarnya terhadap kasus Medan.

Memang pada edisi 44, kasus itu sempat Anda baca pada laporan utama. Namun rasanya masih harus banyak yang didalami. Dan ternyata benar, banyak hal baru yang kami dapatkan di Medan. Hasil investigasi tersebut, kami jadikan media utama pada edisi kali ini.


Dari sisi investigasi, sebenarnya masih banyak yang harus ditelusuri. Banyak pertanyaan yang kami simpan yang belum terjawab. Juga banyak narasumber yang masih harus ditelusuri jejaknya untuk mengungkapkan fakta yang sebenarnya.


Karenanya, masih ada penggalan-penggalan cerita yang kami simpan. Tapi apa yang kami muat pada edisi ini sangat berbeda dengan edisi sebelumnya. Kami pun berharap, suatu saat nanti kami bisa menampilkan seluruh fakta kepada Anda.


Pembaca yang dirahmati Allah, kali ini pun kami kembali menyisipkan rubrik Media Khusus. Rubrik ini biasanya muncul di akhir-akhir pengerjaan Media Umat. Kali ini berkenaan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Ini penting untuk kami sikapi dan Anda ketahui bagaimana Islam memandangnya secara jernih.


Soalnya, banyak pihak terkecoh dengan hal yang melatarbelakangi kunjungan ini. Misalnya Amerika akan memberikan keuntungan ekonomi, Indonesia akan semakin baik citranya di dunia internasional, sampai pernyataan Obama adalah tamu negara yang harus dihormati layaknya tamu lainnya.


Melalui Media Khusus ini, kami ingin mengingatkan kembali posisi Obama sebagai pemimpin negara penjajah sehingga tak layak disambut dan diterima sebagai tamu. Sebenarnya, kalau Anda berlangganan MU atau rajin membaca MU, bahasan ini pernah kami muat di edisi 30 dengan sampul Tolak Obama! Sebagai pelengkap kami siapkan rubrik Fokus yang mengupas data intelijen yang dimuat oleh Wikileaks tentang kejahatan tentara Amerika di Irak.


Pembaca yang dirahmati Allah, berbagai bencana yang menimpa negeri ini mulai dari Wasior, Mentawai, dan Merapi, seharusnya menjadikan kita untuk segera berbenah diri. Pasti ada yang salah dari pengaturan kehidupan di negeri ini sehingga Allah memberikan peringatan yang begitu dahsyat.


Secara kasat mata, negeri yang mayoritas Muslim ini ternyata tak diatur dengan aturan ilahi. Negeri ini lebih senang diatur oleh aturan kufur sehingga maksiat di mana-mana dan negara mendiamkannya.


Berbagai musibah ini seharusnya mendorong kita untuk bersemangat memperjuangkan syariat agar negeri ini menjadi negeri yang ”baldatun thayibatun wa rabbun ghafur”. Itulah negeri yang menerapkan syariah islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah.


Dan sebagai wujud persaudaraan kita sesama Muslim dan manusia, mari bantu mereka yang terkena musibah dengan apa yang kita miliki. Semoga Allah meridlai. 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved