Banner
[47] Sambut Obama, Pengkhianatan Penguasa! PDF Print E-mail
Tuesday, 23 November 2010 14:58

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam Perjuangan!
Alhamdulillah kita masih diberikan kekuatan oleh Allah untuk menghirup udara dunia. Semoga kesempatan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah perbekalan menuju kehidupan abadi yang pasti datang setelah ini.

Pembaca yang dirahmati Allah, di bulan Dzulhijjah ini kami segenap redaksi dan bagian usaha tak lupa mengucapkan “Selamat Hari Raya Idul Adha 1431 H”. Semoga kita kian ringan berkorban demi tegaknya agama Allah yang mulia ini.

Kerelaan Nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ismail dan keridhaan Ismail untuk disembelih karena semuanya atas perintah Allah, sungguh merupakan wujud ketundukan paripurna seorang hamba terhadap perintah Tuhannya. Bagi Nabi Ibrahim perintah itu sebenarnya sangat berat. Betapa tidak, anak yang telah lama dinantikan kelahirannya itu tiba-tiba harus disembelihnya. Orang tua mana yang tega. Tapi karena itu perintah Allah, Ibrahim pun melaksanakannya.

Sebelumnya ia memberi tahu sang anak atas perintah tersebut. Suatu yang mengejutkan terjadi. Ismail rela ayahnya melakukan itu karena ia tahu itu perintah Allah. Akhirnya yang terjadi, Allah menyelamatkan keduanya.

Di era yang jahiliyah sekarang, kita butuh orang-orang seperti Ibrahim dan Ismail yakni orang-orang yang rela menjalankan seluruh hukum-hukum Allah. Tak menolak sedikitpun. Tak merasa keberatan sama sekali. Dan justru bangga bisa melakukan perintah tersebut.

Maka berkorban di Hari Raya Idul Adha, sebenarnya tak sekadar memotong hewan ternak. Lebih dari itu, ada dorongan kuat agar kaum Muslimin merelakan dirinya, hartanya, dan jiwanya tunduk pada perintah dan larangan Allah. Kalau kaum Muslimin bisa melaksanakan ini, insyaallah Islam akan tegak berdiri dalam wujud yang sejati, baik dalam individu, masyarakat, dan negaranya.

Pembaca yang dirahmati Allah, berbagai bencana yang melanda negeri ini seperti tak ada habisnya. Allah telah memperingatkan kita bahwa bencana tersebut akibat ulah tangan manusia. Bukankah banyak kabar shahih yang menunjukkan munculnya bencana karena kemaksiatan telah merajalela, sementara amar makruf nahi mungkar tak berjalan semestinya.

Maka sungguh aneh jika bencana ini disikapi dengan pengorbanan sapi, ayam, dan sesajian lainnya karena menganggap sang penunggu suatu tempat sedang marah. Ini adalah kemusyrikan yang nyata. Bisa jadi Allah akan menimpakan bencana-bencana berikutnya. Naudzubillahi min dzalik.
Dalam situasi seperti ini, sungguh sebuah kemaksiatan pula penguasa negeri ini mengundang sang penjagal umat Islam, Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia. Obama adalah presiden negara penjajah yang tangannya penuh darah kaum Muslim.

Kedatangannya pun membawa bencana. Kerja sama kemitraan komprehensif Indonesia-Amerika adalah wujud pengokohan penjajahan Amerika atas Indonesia. Apakah ini bukan bencana? Dan dampaknya itu tidak hanya melanda warga Merapi atau Mentawai, tapi seluruh penduduk negeri ini.
Karena itu, sekali lagi buka mata kita terhadap ketentuan Allah dan Rasul-Nya. Jangan mengikuti kata hati. Sungguh Allah telah menurunkan Alquran dan Sunnah sebagai petunjuk. Laksanakan dengan penuh pengorbanan. Allahu Akbar!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved