|
[50] 34,6% Setuju Khilafah |
|
|
|
|
Thursday, 06 January 2011 14:53 |
|
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam Perjuangan! Tanpa terasa waktu terus bergulir. Setelah beberapa waktu lalu kita memasuki tahun baru Hijriah, kini tahun 2011 pun datang. Di awal tahun 2011, kami hadir kembali di ruang baca Anda dengan berbagai informasi yang berbeda dari yang lain.
Pembaca yang dirahmati Allah, biasanya banyak orang melakukan introspeksi di kala pergantian tahun. Apakah selama setahun yang telah lalu ada hal positif yang dicatat atau justru banyak hal negatif. Ini penting sebagai bahan evaluasi bagi perjalanan setahun ke depan.
Di edisi kali ini, kami pun mencoba memotret kondisi negeri ini dari sisi politik, ekonomi, dan hukum selama 2010 dalam wujud refleksi akhir tahun. Selain itu, kami tampilkan pula kaleidoskop kegiatan umat Islam yang terus menyuarakan kebenaran dengan memberikan solusi bagi persoalan yang terjadi di negeri ini khususnya dan dunia pada umumnya.
Pembaca yang dirahmati Allah, di Media Utama kami tampilkan hasil survei yang diadakan oleh Setara Institute, sebuah LSM yang dipimpin oleh Hendardi—tokoh yang dulu kita kenal mendukung lepasnya Timor Timur dari pangkuan Indonesia. Ada temuan menarik dari hasil survei mereka terhadap responden di Jabodetabek.
Ternyata gema syariah dan khilafah cukup memengaruhi persepsi masyarakat. Terbukti 34,6 persen responden setuju terhadap khilafah. Bagi kalangan liberal, angka ini cukup mengkhawatirkan. Menurut mereka, angka ini menunjukkan dukungan yang nyata terhadap ide khilafah.
Munculnya ide khilafah dianggap bisa mengancam keberadaan NKRI, begitu persepsi mereka. Padahal khilafah justru ingin menyelamatkan negeri ini dari berbagai macam keterpurukan. Selain itu khilafah akan menjadikan negeri ini adi daya sehingga mampu melindungi seluruh kaum Muslimin dari penjajahan Barat.
Setelah khilafah runtuh tahun 1924, berbagai upaya terus dilanjutkan untuk membangun kembali pilar peradaban Islam itu. Di sisi lain, Barat terus menerus menghalangi bangkitnya Islam dan khilafah dengan bermacam-macam cara dari mulai yang halus hingga yang kasar.
Namun, gema perjuangan penegakan khilafah tak bisa dihentikan. Dakwah syariah dan khilafah yang tak kenal lelah mampu memahamkan umat akan kewajiban menegakkannya. Bahkan orang awam sekalipun mudah memahami tentang wajibnya khilafah dan kenapa harus meninggalkan demokrasi beserta cabang-cabangnya.
Tentu kita gembira dengan hasil survei itu. Tapi gembira saja tak cukup. Yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan intensitas dakwah syariah dan khilafah agar orang yang tadinya belum tahu menjadi tahu, dan yang sudah tahu agar ikut berjuang.
Pembaca yang dirahmati Allah, melalui media ini kami mengajak Anda untuk terus menyebarkan media ini baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung dengan ikut andil mengajak masyarakat berlangganan media ini. Secara tak langsung, menyampaikan isi yang ada di dalamnya.
Kami yakin dengan tersebarnya Media Umat ke tengah masyarakat kaum Muslimin akan meningkatkan akselerasi dakwah syariah dan khilafah. Jika gulirannya kian kencang, insyaallah khilafah akan segera tegak berdiri.
Tidakkah Anda semua ingin menjadi bagian dari orang-orang yang menggelorakan dakwah syariah dan khilafah? Ayo gelorakan semangat perjuangan demi terwujudnya Islam kaffah dalam naungan khilafah. Allahu Akbar!
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
|