|
[52] Negara Gagal: Ganti Sistem, Ganti Rezim |
|
|
|
|
Monday, 07 February 2011 14:42 |
|
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
Salam Perjuangan! Bagaimana kabar Anda? Semoga Anda tetap semangat seperti halnya kami yang menyajikan edisi ini. Kalau lagi kendor semangat, ingatlah banyak pahala yang bisa kita raih di depan kita.
Pembaca yang dirahmati Allah, banyak usulan masuk ke redaksi baik melalui email maupun sms. Kami sangat senang dengan masukan dan kritik tersebut. Ini menandakan respon positif Anda terhadap terbitan kami.
Sebagian masukan akan kami pertimbangkan untuk dilaksanakan. Sebagian yang lain, masih terlalu berat untuk bisa kami laksanakan dalam waktu dekat. Seperti usulan agar tabloid ini menjadi majalah atau memiliki televisi. Namun itu adalah usulan yang bagus dan diperlukan bagi umat dalam kondisi sekarang.
Sebagai informasi bagi para pecinta MU di Jakarta, mulai Maret ini kami akan on air (mengudara) di radio RAS FM 95.5 dalam bentuk 'Bedah Media Umat'. Acara ini akan berlangsung pada hari Rabu pekan pertama dan ketiga setiap bulan, pukul 16.00-17.00 wib. Anda bisa berinteraksi secara langsung dengan redaksi MU.
Sebelumnya, kami juga mengudara di Dakta FM 107.0 dalam acara 'Sorotan Dunia Islam' setiap Senin pukul 07.30-08.00. Hanya saja, Anda tidak bisa ikut berinteraksi dengan kami.
Beberapa waktu yang lalu, Media Umat dibedah di Yogyakarta. Pengasuh rubrik 'Ustadz Menjawab' Ustadz Siddiq Al Jawi tampil sebagai pembicara. Respon hadirin cukup bagus.
Kami berharap nantinya akan muncul kerja sama serupa di tempat lain dalam berbagai bentuk. Kami sangat senang bila ada di antara pembaca bisa menjadi perantara bagi terwujudnya kerja sama ini.
Pembaca yang dirahmati Allah, situasi politik di kawasan Timur Tengah memanas setelah Presiden Tunisia Zein Al Ben Ali tumbang. Kini giliran Mesir, Yordania, dan Yaman bergolak. Ratusan orang tewas di Mesir saat mereka menuntut Presiden Husni Mubarak turun dari jabatannya. Sepertinya, akan sangat sulit Mubarak bertahan. Namun siapa yang akan menggantikannya? Akankah orang pro Barat lagi yang akan muncul demi mempertahankan sikap Mesir yang pro Israel?
Di dalam negeri sendiri, tensi politik juga mulai hangat. Setidaknya ini terjadi setelah para tokoh agama dan aktivis pergerakan menyoroti kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden SBY yang mengklaim telah menunjukkan keberhasilan pembangunan dianggap berbohong karena hanya menyampaikan angka-angka yang tidak sesuai fakta di lapangan. Mereka pun mengkalkulasi janji pemerintah dan capaiannya hingga kini. Tercatat ada 18 kebohongan.
Pembaca yang dirahmati Allah, sebagai seorang Muslim kita perlu lebih cerdas melihat persoalan. Inilah yang kami kupas dalam laporan kali ini tentang 'negara gagal'. Apa yang terjadi sekarang sebenarnya sudah bisa diprediksi saat kejatuhan Soeharto 1998 lalu.
Semua berpangkal pada tidak diterapkannya aturan Allah di negeri ini. "Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta..." (TQS. Thaahaa, 20:124)
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
|