Banner
[53] Bisul Ahmadiyah PDF Print E-mail
Wednesday, 16 February 2011 16:11

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam Perjuangan!
Alhamdulillah, kita telah memasuki bulan Maulid, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Semoga apa yang dilakukan Rasulullah mampu kita teladani baik dalam urusan pribadi, masyarakat, maupun negara. Semoga kita semua nanti memperoleh syafaat Rasulullah Muhammad SAW. Allahuma shali ala Muhammad, Ya Rabbi shali alaihi wasalim. 

Pembaca yang dirahmati Allah, dua pekan lalu kami mulai on air di radio RAS FM 95.5 selama satu jam dalam rubrik 'Bedah Media Umat'. Memang waktunya tidak seperti jadwal yang kami sampaikan pada edisi lalu. Karena ada gangguan teknis, siaran yang seharusnya berlangsung Rabu (2/2) diundur menjadi Jumat (4/2). Acara yang berlangsung mulai pukul 16.00 ini mendapat tanggapan yang cukup banyak dari para pendengar.
Selanjutnya, kami akan mengudara setiap Jumat pekan pertama dan ketiga setiap bulan pada jam yang sama. Bagi Anda yang berada di luar Jakarta, Anda bisa menangkap siaran ini secara langsung melalui internet dengan alamat:   http://www.rasfmjakarta.com/. Anda bisa juga berinteraksi dengan kami melalui SMS dan telepon.

Jangan lupa kami juga hadir di Dakta FM 107 setiap Senin pukul 07.00-07.30 dalam Sorotan Dunia Islam. Bagi Anda yang tak bisa menangkap siaran  radio ini, bisa mendengarkan lewat streaming www.dakta.com.

Pembaca yang dirahmati Allah, kita dikejutkan dengan terjadinya bentrokan di Pandeglang, Banten dan Temanggung, Jawa Tengah. Dua peristiwa ini berlangsung hanya selang sehari. Lagi-lagi umat Islam jadi sasaran tembak.

Untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di kedua tempat tersebut, kami menugaskan kontributor Media Umat di Pandeglang dan Temanggung. Hasil penelurusan mereka kami muat dalam dua tulisan.

Pada edisi ini, kami kembali membeberkan kesesatan Ahmadiyah. Anda bisa membacanya di rubrik 'Fokus'. Ini penting agar Anda memahami betul Ahmadiyah itu kesesatannya di mana. Soalnya ada yang menganggap Ahmadiyah itu sama dengan Islam hanya karena syahadatnya sama. Padahal ternyata 'Muhammad' yang dimaksud dalam syahadat itu adalah Mirza Ghulam Ahmad.

Pembaca yang dirahmati Allah, adanya kasus Ahmadiyah ini menambah panjang ketidakberdayaan negara dalam menjaga kaum Muslimin. Kalau edisi lalu kami mengangkat tema besar 'Negara Gagal', sesungguhnya kasus Ahmadiyah inilah satu bukti nyata kegagalan negara menjaga akidah umat Islam.

Ideologi sekuler mencengkeram negeri ini dengan sangat kuat sehingga kaum Muslimin yang mayoritas dikalahkan oleh orang liberal dan Kristen yang minoritas. Pemimpin yang mengaku Muslim tak peduli dengan kondisi ini. Mereka lebih senang mendapatkan pujian dari kaum itu daripada dari Allah SWT.

Melalui media ini, kami mengajak Anda semua menyadari kondisi ini. Saatnya kita bangkit dengan Islam itu sendiri. Ingat, demokrasi tak akan memenangkan Islam. Makanya, mari terus berjuang menegakkan agama ini demi menggapai ridha ilahi rabbi. Allahu Akbar! 

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved