[55] Tsunami Istana PDF Print E-mail
Wednesday, 16 March 2011 14:20

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam Perjuangan!

Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda dengan membawa informasi dan analisa terbaru terkait peristiwa mutakhir. Semoga kehadiran kami bisa menambah wawasan dan membuka cakrawala berpikir Anda.

Pembaca yang dirahmati Allah, selama hampir 10 hari lamanya kami hadir di ajang “Islamic Book Fair 2011” yang berlangsung di Istora, Gelora Bung Karno, Jakarta, 4-13 Maret lalu. Melalui ajang ini kami bisa lebih dekat dengan para pembaca dan berharap bisa lebih dikenal luas oleh masyarakat Jakarta. Kami bekerja sama dengan Pasar Khilafah.

Tidak hanya memajang tabloid, kami pun mengisi panggung utama di arena tersebut dalam bentuk talkshow mengangkat tema: “Revolusi di Timur Tengah dan Masa Depan Umat Islam”. Tema ini pas dengan edisi ‘Rezim Jagal Tunggu Ajal’. Kami mengundang dosen UI Hamdan Basyar sebagai pembicara. Pembicara lainnya adalah pemimpin redaksi MU Farid Wadjdi. Diskusi berlangsung cukup hidup dan menarik.

Pembaca yang dirahmati Allah, kali ini MU mengangkat tema yang cukup panas, setidaknya bagi kalangan Istana. Awalnya kami merencanakan mengupas tuntas soal gonjang-ganjing koalisi dan reshuffle kabinet. Wartawan kami pun telah mewawancarai banyak pihak. Namun di ujung jalan, muncul pemberitaan yang sangat menghebohkan tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan orang-orang di sekelilingnya oleh dua media Australia. Lagi pula gonjang-ganjing koalisi justru antiklimak dan cuma basa-basi. Akhirnya, kami memutuskan mengganti Media Utama dengan bocoran Wikileaks ini.

Kami ingin mengajak para pembaca semua melihat sisi lain bocoran ini. Bahwa bocoran ini akan menjadi polemik, itu pasti. Pihak Istana jelas membantahnya, sedangkan lawan politik SBY pasti membenarkannya. Tapi pernahkah Anda berpikir mengapa semua peristiwa di Indonesia selalu dalam pantauan Amerika? Untuk apa? Ini yang jauh lebih penting.

Pembaca yang dirahmati Allah, format terbitan kami kali ini mulai kembali ke awal setelah pada edisi lalu ada perubahan. Kami berharap dinamika halaman tidak mengubah kedekatan Anda pada media ini.  

Akhirnya, keluarga besar Media Umat menyampaikan syukur atas lahirnya Muhammad Nafis Faaza, anak Wage Wahyudi, staf bagian marketing MU, pada 7 Maret 2011. Semoga menjadi anak yang shalih yang memperjuangkan tegaknya syariah dan khilafah.
Selamat membaca!


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved