Banner
[56] Peradilan Zalim Ustadz Abu PDF Print E-mail
Saturday, 02 April 2011 19:56

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


Salam Perjuangan!

Bagaimana kabar Anda? Semoga Anda tetap semangat dalam hidup dan selalu ikut andil dalam perjuangan menegakkan agama Allah di muka bumi ini dengan terus menerus mengedukasi masyarakat dengan Islam.

Pembaca yang dirahmati Allah, tak henti-hentinya kaum Muslim didera berbagai penderitaan. Di kawasan Timur Tengah, rakyat Libya sedang menghadapi gempuran negara kafir Barat. Di Palestina, jet-jet tempur Israel membombardir jalur Gaza. Tak ada negara barat yang membela rakyat Palestina sebagaimana mereka sedang membela rakyat Libya. Di Afghanistan, rakyatnya meregang nyawa di tangan tentara Amerika. Di Barat yang katanya bebas, kaum Muslimin dimusuhi dan mendapatkan diskriminasi.

Di Indonesia, kebebasan yang ada bukan berarti menjamin umat Islam bisa melaksanakan agamanya secara kaffah. Justru belakangan kita dihinakan dengan berbagai tuduhan bahwa umat Islam yang ingin menegakkan syariah Islam sebagai teroris. Malah di Surabaya, Densus Polda Jatim dengan sangat telanjang mengidentikkan teroris dengan Islam.

Pembaca yang dirahmati Allah, berbagai peristiwa itu menyadarkan kita semua bahwa selama kita hidup di bawah naungan sistem kufur, kita akan tetap diobok-obok oleh orang kafir atau oleh Muslim yang menjadi antek kafir. Kaum Muslim ibarat buih di tengah lautan. Terombang-ambing ke sana ke mari tanpa arah dan kekuatan. Kemuliaan Islam lenyap. Kerahmatan yang didambakan hilang.

Sebaliknya kita akan mendapatkan kemuliaan di dunia dan akhirat, jika dan hanya jika kita kembali ke dalam naungan Islam. Hanya sistem Islam sajalah yang akan membuka jalan keridhaan Allah menghampiri kita.

Pembaca yang dirahmati Allah, di edisi kali ini kami mengangkat dua tema sekaligus dalam satu bingkai Media Utama yakni soal persidangan Ustadz Abu Bakar Baasyir dan ledakan paket bom buku di Jakarta beberapa waktu lalu. Yang kami angkat bukan soal peristiwanya itu sendiri tapi hal-hal di balik peristiwa itu.

Di bagian Fokus, kami mengangkat hasil perjalanan anggota Dewan Redaksi kami Ismail Yusanto yang pergi ke Kyoto untuk menghadiri workshop internasional tentang khilafah. Kebetulan pas pelaksanaan diskusi itu terjadi pula gempa dan tsunami. Dua peristiwa ini bisa Anda nikmati di rubrik Fokus.

Tak lupa topik Ahmadiyah terus menjadi perhatian. Meski kelihatan reda dengan munculnya berbagai Perda dan surat keputusan di berbagai daerah, Ahmadiyah terus mencari dukungan. Salah satunya dari Kongres Amerika yang melayangkan suratnya ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka katanya prihatin dengan munculnya larangan terhadap Ahmadiyah di daerah. Bukankah ini intervensi?

Di rubrik suplemen Rajab yang ketiga, kami mengupas soal konflik Timur Tengah. Di balik aksi-aksi massa di kawasan tersebut, tak bisa dipungkiri adanya perebutan pengaruh negara-negara besar. Seperti apa? Silakan simak pembahasannya.

Akhirnya, kami berharap Anda menikmati sajian kami kali ini. Lebih dari itu, kami berharap Anda ikut pula menyebarkan media ini agar kaum Muslim semakin cerdas dan berwawasan luas. Semoga.


Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved