| [61] Cengkeraman VOC Gaya Baru |
|
|
|
| Thursday, 30 June 2011 20:00 |
|
Pembaca yang dirahmati Allah, di momentum bulan Rajab 1432 ini tak lupa kami menyampaikan selamat mengikuti Konferensi Rajab 1432 yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia di berbagai kota. Semoga Anda mendapat keberkahan pada acara tersebut. Kita berharap semoga Allah segera menurunkan pertolongan-Nya dengan tegaknya syariah dan khilafah. Momentum Rajab ini sekaligus momentum bagi kita belajar untuk istiqamah dan sabar dalam memperjuangkan Islam di tengah kondisi yang sulit. Rasulullah Muhammad SAW menghadapi berbagai rintangan, hambatan, kekerasan, hingga pemboikotan dalam dakwah menyampaikan Islam kepada mereka yang sebelumnya menjuluki beliau sebagai Al Amin—yang paling dipercaya. Di tengah ujian itulah, Allah meng-isra' dan me-mi'raj-kan beliau. Setelah itu beliau terus menyampaikan risalahnya dengan semangat membara hingga akhirnya Islam bisa tegak di Madinah. Pembaca yang dirahmati Allah, pada edisi ini kami menyajikan tema utama tentang persoalan negeri kita. Banyak perusahaan asing yang kini bercokol di Indonesia, mengeruk kekayaan kita, di tengah kondisi masyarakat yang masih menderita. Ini penting karena ternyata tidak banyak orang yang sadar akan kenyataan ini. Justru banyak orang menikmati keadaan ini dan dengan semangat menyala-nyala ingin mempertahankannya. Sudah sejauh mana penguasaan asing di Indonesia dan mengapa mereka bisa leluasa menguasai kekayaan yang sangat luar biasa? Bagaimana bisa menghentikan dominasi asing ini? Semua kita kupas di Media Utama. Masih terkait dengan perubahan ke arah Indonesia yang sejahtera dan sesuai dengan momentum Rajab, kami menyanyikan tulisan mengenai pentingnya kita melakukan perubahan hakiki, yakni perubahan yang bersandar kepada Islam. Tulisan itu bisa Anda pada suplemen Rajab. Kami juga tampilkan testimoni (pernyataan) tokoh-tokoh di daerah tentang Konferensi Rajab 1432 H sekaligus pernyataan mereka tentang keharusan berhukum dengan syariah di bawah naungan khilafah. Subhanallah, ada perubahan kesadaran yang signifikan dari tokoh-tokoh umat ini untuk kembali kepada Islam. Pembaca yang dirahmati Allah, beberapa rubrik yang sempat 'menghilang' pada edisi lalu, kini telah muncul kembali. Misalnya, rubrik Bisnis Syariah dan Cermin. Tapi masih ada rubrik yang sementara waktu harus off terlebih dahulu. Kami berharap Anda memakluminya. Akhirnya, semoga sajian ini bermanfaat bagi Anda. Nantikan kehadiran kami selanjutnya dengan tema-tema yang aktual dan mencerdaskan. Allahu Akbar! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu |




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 





