| [63] Nazaruddin: Siapa Bilang yang Menang Demokrasi? YANG MENANG DUIT |
|
|
|
| Tuesday, 19 July 2011 11:28 |
|
Alhamdulillah, semoga Anda semua dalam lindungan Allah SWT. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan alam Rasulullah Muhammad SAW. Tanpa terasa kita telah melewati pertengahan bulan Sya'ban. Artinya, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Kita berdoa semoga Allah menyampaikan kita semua ke bulan yang agung tersebut. Allahuma bariklana fii rajaba wa sya'bana wa balighna ramadhana. Amin. Pembaca yang dirahmati Allah, kami hadir kembali dengan format sebagaimana biasanya. Semua rubrik telah normal. Suplemen Rajab yang sempat hadir dalam lima edisi sudah tidak ada lagi. Kami berharap Anda tidak terganggu dengan perubahan-perubahan tersebut. Memang banyak usulan yang masuk ke meja redaksi untuk penambahan rubrik baru misalnya rubrik remaja, khutbah jumat, hingga rubrik kontak jodoh, namun kami belum bisa memenuhinya. Ini terkait dengan ruang yang sangat terbatas. Mungkin permintaan itu baru bisa kami penuhi jika ada penambahan halaman. Pembaca yang dirahmati Allah, saat ini kami sedang berkonsentrasi untuk mengembangkan pasar media ini. Keberadaan media ini bertujuan mencerdaskan kaum Muslim. Karena itu, media ini harus bisa menjangkau kaum Muslim. Sebagus apapun sebuah media, kalau tidak dibaca/diketahui isinya oleh khalayak, tentu kurang bermanfaat. Makanya, mari bersama-sama ikut mengembangkan daya jangkau media ini ke tengah-tengah saudara kita sesama Muslim yang jumlahnya begitu besar sebagai wujud amal dakwah kita. Pembaca yang dirahmati Allah, di edisi kali ini kami mengangkat tema tentang demokrasi dan korupsi. Temanya agak mirip dengan edisi 60, tapi dengan sudut pandang yang agak sedikit berbeda karena terkait fakta yang baru muncul. Pembahasannya masih seputar kasus Nazaruddin yang terus membongkar borok-borok partainya, sekaligus borok demokrasi itu sendiri. Dan ini sangat menghebohkan perpolitikan nasional. Tema ini penting diangkat untuk meyakinkan kita semua bahwa sistem buatan manusia itu begitu rapuh. Sistem kufur ini hanya mementingkan sebagian orang dan menegasikan sebagian yang lain. Yang punya uang bisa memenangi pertarungan, yang miskin terpinggirkan. Demokrasi hanyalah sebuah ilusi, tak pernah terwujud secara hakiki. Pada rubrik Fokus, kami angkat tema soal RUU Badan Penyelenggara Jaminan Soal (BPJS). Banyak yang tidak tahu bahwa RUU itu akan sangat berbahaya bagi rakyat jika jadi disahkan oleh DPR. Soalnya, ini adalah alat legalitas negara untuk memalak rakyat atas nama jaminan sosial. Anda juga bisa membaca beberapa isu-isu menarik di rubrik Media Nasional juga Media Daerah. Jangan lupa membaca rubrik Muslimah, Keluarga, Konsultasi, dan Kristologi. Di rubrik Ustadz menjawab, Anda bisa menyimak sajian kami tentang hukum menggunakan barang gadai. Akhirnya kami berharap sajian kami kali ini mampu menambah cakrawala berpikir Anda semua dan menambah kerinduan Anda akan tegaknya syariah dalam naungan khilafah.
|




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 





