| [64] Ramadhan Prihatin |
|
|
|
| Wednesday, 03 August 2011 10:01 |
|
Marhaban yaa Ramadhan……. Alhamdulillah kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda di awal bulan mulia ini. Semoga kemuliaan melingkupi kita semua, orang-orang yang menjalankan puasa guna meraih takwa. Amin. Pembaca yang dirahmati Allah, tak lupa di awal Ramadhan ini kami segenap jajaran redaksi Media Umat memohon maaf kepada seluruh pembaca bila ada hal yang kurang berkenan di hati Anda dalam terbitan kami sebelumnya. Semoga kita mengawali Ramadhan ini dengan jiwa yang bersih. Mungkin Anda akan bertanya tentang tema yang tertulis di cover halaman ini. Bisa jadi bagi sebagian orang akan terasa soft. Ya, ini memang kesengajaan karena saat ini kita menghadapi momentum yang sangat penting bagi kaum Muslimin. Ada satu hal yang terlupakan dari momentum Ramadhan yakni semangat perjuangan. Mungkin bagi sebagian besar kaum Muslimin justru lemas dan kurang semangat di bulan Ramadhan karena kekurangan energi. Makanya etos kerja justru menurun. Jam kerja berkurang. Padahal kalau kita mau menengok sejarah Rasulullah dan para sahabat, justru mereka bertambah semangatnya dalam beramal shalih ketika Ramadhan. Mereka tidak beramal shalih individual yang hemat energi, tapi justru beramal shalih sosial yang memerlukan energi yang besar. Mereka dengan gembira bertempur di medan jihad demi meraih kemuliaan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Orang yang beramal shalih mendapat pahala berlipat ganda. Terlebih lagi, orang yang amal shalihnya tergolong amalan yang besar, pahalanya jauh lebih besar. Makanya, ini momentum yang luar biasa. Pembaca yang dirahmati Allah, secara khusus kali ini kami menyoroti pembantaian oleh teroris Norwegia dalam rubrik Fokus. Ini penting, sebab kejadian itu menunjukkan kepada dunia bahwa media Barat dan Barat memang kurang ajar. Setiap ada aksi terorisme selalu yang dituding sebagai pelakunya adalah kaum Muslim. Nyatanya, pelakunya adalah Kristen tulen. Dan aksinya jauh lebih sadis. Khusus menyangkut Ramadhan, kami angkat topik yang cukup menarik dalam rubrik Ustadz Menjawab tentang masalah sahur. Sebenarnya, sampai kapan kita harus menghentikan makan/minum di akhir waktu sahur? Menarik kan? Pembaca yang dirahmati Allah, rubrik-rubrik lainnya tampil seperti biasa. Ada soal kebangkrutan pemerintah daerah, kelaparan yang cukup parah di Somalia, rencana penguasaan Blok Mahakam oleh asing, hingga usulan koruptor agar dimaafkan. Semuanya membuat kita prihatin di tengah-tengah kita sedang berpuasa. Akhirnya, kami berharap sajian kami kali ini mampu menyemangati Anda dalam beramal shalih di bulan Ramadhan. Mari kita gencarkan dakwah dalam rangka menerapkan syariah dalam naungan khilafah! Itu termasuk amal dakwah yang besar. Tak lupa, di momentum Ramadhan ini, mari kita sebarkan media ini kepada sahabat, teman, tetangga, saudara, dan siapa saja. Semoga ini menjadi amal shalih Anda. Amin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu |




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 





