Banner
[66] Ambon Membara, Ulah Siapa? PDF Print E-mail
Tuesday, 04 October 2011 17:25

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam perjuangan!

Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali menyapa Anda di akhir bulan Syawal 1432 H, setelah kami sempat libur beberapa saat bertepatan Idul Fitri tersebut. Semoga kehadiran kami dapat menjadi penawar dahaga informasi Anda.

Pembaca yang dirahmati Allah, tak ada salahnya dalam suasana Syawal ini kami segenap jajaran redaksi dan usaha Media Umat pun menyampaikan taqabbalallahu minna wa minkum, semoga semua ibadah yang kita laksanakan di bulan Ramadhan dikabulkan oleh Allah. Buahnya, pasca Ramadhan kita menjadi hamba-hamba yang lebih baik karena ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Tentu banyak kejadian yang berlangsung selama akhir Ramadhan dan awal Syawal tahun ini. Yang paling dominan adalah kasus korupsi. Rasanya tak ada media massa yang tak memberitakan kasus korupsi ini. Bahkan tiap hari kita disuguhi kasus korupsi. Sampai-sampai rasanya kita bosan dengan berita yang itu-itu melulu.

Nah, meski ada lagi kasus korupsi Menakertrans setelah kasus Wisma Atlet, kami tak menyoroti hal tersebut. Kami mengangkat tema tentang kerusuhan yang terjadi di Ambon. Kerusuhan ini cukup menarik karena terjadi tepat pada peringatan peristiwa 11 September. Meski skala kejadiannya sporadis dan sebentar, meledaknya kerusuhan di Ambon tetap layak disimak dan dicermati.

Ternyata, perdamaian Ambon belum terjadi. Perjanjian Malino yang digagas Jusuf Kalla tak mampu menyelesaikan akar konflik. Ambon masih menyimpan bara yang siap dibakar dan meledak kapanpun. Muncul pertanyaan, mengapa kasus yang sepele bisa menjadi besar? Siapa yang memantiknya? Buat apa? Semua bisa Anda simak dalam Media Utama kami kali ini.

Pembaca yang dirahmati Allah, satu hal lagi yang mungkin lepas dari pemberitaan media nasional adalah kabar diplomatik yang dikeluarkan oleh Wikileaks. Dokumen Wikileaks merilis menteri-menteri kabinet SBY yang pro kepada Amerika. Maka jangan heran jika kebijakannya juga sangat pro Paman Sam. Siapa mereka dan apa kebijakannya, lihat dalam rubrik Fokus.

Selain itu, Anda perlu menyimak rubrik Ustadz Menjawab. Kali ini pembahasannya seputar Idul Fitri lalu menyangkut orang yang membatalkan puasa pada Selasa (30/8) tapi shalat Id-nya sehari setelahnya. Bolehkah? Simak pembahasannya.

Di luar itu, kami hadir seperti biasa dengan rubrik-rubrik rutin. Tentu dengan pembahasan yang up to date. Ada soal jilbab karena 4 September adalah Hari Solidaritas Jilbab Internasional pada rubrik Muslimah. Juga ada kasus pelarangan berkerudung di salah satu rumah sakit di Jakarta di rubrik Media Daerah.

Di rubrik sosok, kami tampilkan seorang guru besar IPB yang sangat mendukung perjuangan penegakan syariah dan khilafah. Di tengah kesibukannya sebagai intelektual, ia hadir dan menjadi pembicara di forum-forum yang diadakan oleh Muslimah HTI. Namun Allah memanggilnya di tengah semangatnya.

Akhirnya, kepada seluruh agen Media Umat di seluruh penjuru tanah air, kami berterima kasih atas peran serta Anda menyebarluaskan media ini. Pasca Ramadhan, mari kita tambah semangat lagi untuk meningkatkan jangkauan pembaca agar pemikiran Islam tambah tersebar.

Harapan kepada para agen ini pun berlaku kepada Anda, para pembaca. Mari terus sebarkan media ini agar umat sadar dan pintar serta memiliki optimisme akan datangnya masa depan yang lebih baik dengan penerapan Islam secara kaffah di bawah naungan Khilafah. Selamat membaca!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved