Banner
[67] Bom Solo, Siapa Bermain? PDF Print E-mail
Tuesday, 04 October 2011 17:32

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


Salam perjuangan!

Alhamdulillah kami bisa bersua kembali dengan Anda, para pembaca setia Media Umat di mana pun Anda berada. Semoga kehadiran kami senantiasa Anda tunggu-tunggu dan bisa menambah cakrawala Anda dalam memandang persoalan yang muncul di tengah-tengah kita.

Pembaca yang dirahmati Allah, baru saja kita dikejutkan dengan aksi bom bunuh diri di sebuah gereja di Kota Solo, Jawa Tengah.  Peristiwa itu menyebabkan si pembawa bom tewas dan lebih dari 20 orang terluka. Memang daya ledak bom itu rendah (low explosive), tapi dampak ikutannya cukup besar. Lagi-lagi umat Islam menjadi tertuduh.

Lihat bagaimana media-media sekuler langsung mengaitkan si pelaku dengan Alquran, karena ditemukannya Alquran. Seolah-olah mereka ingin menunjukkan bahwa itulah karakteristik orang-orang Muslim. Cara-cara pemberitaan seperti ini kerap terjadi dan diulang-ulang untuk mendapatkan legitimasi. Mengapa?

Dari kacamata umat Islam, pemberitaan itu sangat merugikan. Tindakan pelaku bom bunuh diri itu pun tak menguntungkan sama sekali bagi kaum Muslim. Juga tak ada manfaat sedikit pun bagi dakwah. Yang muncul justru stigmatisasi negatif terhadap perjuangan kaum Muslimin yang  ingin menegakkan syariah Islam.

Anehnya, berbagai peristiwa seperti ini selalu muncul di tengah isu-isu besar yang sedang dihadapi para petinggi negeri ini. Kejadian serupa juga kerap terjadi tak jauh dari 11 September. Inilah yang menyebabkan  banyak pihak berspekulasi terhadap kejadian tersebut, jangan-jangan ini hanya rekayasa. Bahkan ini bisa jadi merupakan bagian dari apa yang disebut sebagai fabricated terrorism. Tujuannya untuk mengalihkan isu atau bisa juga sekaligus memuluskan kampanye war on terrorism (WOT), perang terhadap terorisme. Media Utama kali ini akan mengupas masalah tersebut secara kritis.

Pembaca yang dirahmati Allah, di samping peristiwa tersebut, banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh aparat penegak hukum. Kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan para pejabat dan wakil rakyat tersendat-sendat. KPK yang seharusnya bertindak cepat, kini malah tersandera. Kita disuguhi 'perang' antara KPK dan DPR.  Rubrik nasional akan menyoroti kasus-kasus korupsi di instansi pemerintah ini. Termasuk desakan berbagai kalangan kepada Presiden SBY untuk mengganti menteri-menterinya yang terlibat kasus-kasus korupsi.

Di rubrik Fokus, kami mengupas tentang perkembangan baru Palestina. Presiden Mahmud Abbas membuat manuver di Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan mengajukan diri sebagai anggota tetap PBB. Jelas ini langsung ditentang Amerika—negara yang sebenarnya menginginkan ada dua negara merdeka di tanah Palestina. Lalu apa kepentingan Abbas? Dan seperti apa penyelesaian tuntas dari sudut pandang Islam?

Pembaca yang dirahmati Allah, satu hal yang tak boleh Anda lewatkan adalah pembahasan tentang aksi perempuan pecinta rok mini yang mengecam pernyataan Gubernur DKI Fauzi Bowo dengan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia di rubrik Muslimah. Ini penting diketahui oleh umat mengingat pola hidup permisif (serba boleh) sedang dikampanyekan oleh antek kaum liberal di Indonesia.

Tak lupa, kami mengupas hal yang lagi berkembang di masyarakat yakni soal gadai emas atau kebun emas. Banyak orang hanya melihat manfaat yang didapatkannya saja tanpa mengetahui dasar hukumnya seperti apa. Anda bisa simak pembahasannya di rubrik Ustadz Menjawab.

Akhirnya, kami berharap semoga sajian kami ini mampu memunculkan hal yang berbeda dibandingkan media pada umumnya. Selamat membaca!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved