[68] Kisruh GKI Yasmin, Kristen Diserang? PDF Print E-mail
Tuesday, 25 October 2011 04:56

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam perjuangan!

Bagaimana kabar Anda, para pembaca yang dirahmati Allah? Semoga Anda dalam lindungan Allah dan sukses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Aamiin.

Hari-hari belakangan ini kita menyaksikan bagaimana pemerintah bingung dalam menjalankan amanah yang telah diembannya. Selama dua tahun pemerintahan SBY, banyak pihak menilai pemerintahan ini tidak berhasil. Kabinet Indonesia Bersatu II tidak memenuhi target yang diharapkan.

Bongkar pasang terpaksa dilakukan. Isu ini selalu muncul tiap tahun. Harapannya, ada peningkatan kinerja pemerintahan. Tak ketinggalan, SBY setelah beberapa kali batal mereshuffle pembantunya, kali ini akan mengumumkan timnya yang baru. Yang jelas, selain penggantian beberapa menteri, paling tidak ada 13 wakil menteri baru.

Namun persoalannya apakah pada sosok para pembantunya? Dari perkembangan yang  ada, Indonesia gagal bukan faktor manusianya belaka. Indonesia terjerembab dalam kubangan keterbelakangan karena faktor sistem yang amburadul. Maka sekadar perubahan personel, tak akan ada dampak yang signifikan.

Ketika Indonesia menjadi subordinat negara adidaya, tak mengherankan negara memble menghadapi Freeport di Papua. Pemerintah tidak mampu dan tak berani. Lho, padahal kawasan itu berada di bawah kekuasaan pemerintah Indonesia. Aneh kan? Indonesia sudah kadung menjadi pengidap neoliberalisme, yang harus memegang teguh prinsip-prinsip kapitalisme-liberal.

Pembaca yang dirahmati Allah, kekalahan pemerintah ini pun tercermin dalam perlindungan umat Islam. Dalam kasus GKI Yasmin, sikap pemerintah tak jelas. Pemkot Bogor sudah cukup berani menunjukkan sikapnya, tapi pemerintah pusat sepertinya takut bertindak.

Inilah yang kami kupas dalam Media Utama edisi kali ini. Memang, kasus Yasmin ini sepintas hanya bersifat lokal. Tapi, modus-modus yang mirip GKI Yasmin ini banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Dan kasus Yasmin ini tampaknya menjadi barometer bagi kaum Kristen dalam mendirikan tempat ibadah di wilayah kaum Muslim yang mayoritas.

Pada bagian lain, kami pun mengetengahkan Fokus tentang Freeport. Seperti disinggung di atas, kasus Freeport ini mencuat kembali menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia November mendatang. Beberapa saat lalu terjadi kerusuhan di tambang emas terbesar tersebut, 1 orang tewas.

Para pembaca yang dirahmati Allah, di rubrik lainnya, seperti biasa berbagai tema menarik kami sajakan untuk Anda. Kami berharap sajian kami kali ini senantiasa membawa hal-hal baru yang Anda butuhkan dalam menyikapi berbagai perkembangan yang ada.

Tak lupa kami mengajak Anda untuk bersama-sama menularkan wawasan dan cakrawala Anda kepada kaum Muslim. Ini bagian dari dakwah. Lebih dari itu, kami sangat senang jika Anda pun ikut menyebarluaskan tabloid ini kepada khalayak ramai agar jangkauan informasi yang kami sampaikan bisa lebih luas lagi.

Akhirnya, selamat membaca. Semoga Allah meridhai aktivitas kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved

WordPress Appliance - Powered by TurnKey Linux