Banner
[70] Tolak Obama Tolak Kapitalisme Tolak Imperialisme PDF Print E-mail
Monday, 21 November 2011 13:27

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu


Salam perjuangan!

Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda. Tak lupa kami sampaikan Selamat Idul Adha 1432 H meski agak terlambat. Semoga kita semua menjadi hamba-Nya yang taat dan patuh terhadap titah-Nya sebagaimana yang dicontohkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.

Pembaca yang dirahmati Allah, Indonesia kembali kedatangan tamu. Ini tamu bukan sembarang tamu. Ia adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menyambut sang tamu pada 17-19 November. Bali sebagai tuan rumah terus berbenah. Tiga mil laut dari Hotel Nusa Dua Bali disterilisasi oleh TNI Angkatan Laut. Tidak boleh ada yang mendekati area tersebut.

Sepuluh hari sebelum Obama datang, pihak Indonesia harus dibuat sibuk oleh Amerika. Bayangkan saja, Amerika mengirimkan logistik dalam jumlah yang luar biasa. Menurut informasi, jumlah logistik itu mencapai 40 penerbangan. Buat apa? Katanya untuk keperluan Obama dalam KTT ASEAN. Lagi-lagi lihatlah, aparat Indonesia menjadi kacung Amerika di negerinya sendiri. Sedih melihatnya.

Ini adalah kedua kalinya Obama menginjakkan kakinya di tanah air. Setahun yang lalu ia mengunjungi Jakarta dengan diplomasi nasi goreng dan baksonya. Kalau tahun lalu dalam rangka mengikat Indonesia dalam kemitraan komprehensif AS-Indonesia, kali ini Amerika ingin mengokohkan eksistensinya di kawasan Asia Tenggara di tengah pengaruh Cina yang kian kuat.

Terkait itu, kembali kami sajikan pembahasan tentang Obama pada edisi ini. Jelas isinya sangat berbeda dengan MU edisi 47, saat Obama datang pertama kali.  Titik tekannya pun berbeda. Melalui pembahasan ini kami berharap Anda mulai terbuka wawasannya tentang politik luar negeri.

Pembaca yang dirahmati Allah, di rubrik Fokus kami membahas penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di Prancis. Untuk yang ke sekian kalinya, tindakan itu dilakukan oleh orang-orang kafir dan dibiarkan oleh pemerintahnya. Penghinaan itu dianggap sebagai wujud ekspresi seni yang tak boleh digugat dan diadili.

Sementara itu, dalam kaitan dengan pelaksanaan perhelatan olahraga se-Asia Tenggara (SEA Games) di Jakarta-Palembang, kami turunkan tulisan tentang adanya pembagian kondom di Palembang. Ajang olahraga kini identik dengan seks bebas. Naudzubillah. Anda juga bisa membaca bagaimana olahraga dalam kehidupan Islam di rubrik Siyasah Syar’iyah.

Tak kalah menariknya adalah pertemuan misionaris yang terjadi di Sentul, Jawa Barat. Ribuan pendeta dari Asia berkumpul di sini untuk membahas kristenisasi di kawasan Asia. Anda bisa simak di rubrik Media Nasional.

Pembaca yang dirahmati Allah, semoga sajian kami kali ini bisa menambah wawasan Anda dan bermanfaat bagi dakwah. Kami mohon maaf atas banyak masukan yang masuk melalui SMS tapi belum bisa kami penuhi. Kritik dan saran terus kami nantikan. Selamat membaca!

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

 

Untuk menambah keberkahan, disarankan untuk menyebarkan artikel pada situs ini dengan menyebutkan URL sumbernya.

Developed by SmileBizMedia. All rights reserved