| [71] Jual Beli Pasal: Membela Yang Bayar |
|
|
|
| Tuesday, 06 December 2011 16:16 |
|
Salam Perjuangan! Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di ruang baca Anda di awal Tahun Baru Hijriah 1433. Semoga kehadiran kami senantiasa menjadi pencerah pemikiran Anda di tengah karut marut kondisi negeri ini. Pembaca yang dirahmati Allah, di saat kami sedang mempersiapkan edisi ini, kami mendapatkan duka. Koordinator Marketing dan Distribusi kami, Abu Hassan dipanggil oleh Allah SWT, Sabtu (26/11). Innalillahi wa inna ilahi raaji’un. Kejadian itu begitu tiba-tiba karena hari Ahad sebelumnya dia masih bersama jajaran usaha mengadakan pertemuan agen seluruh Jawa Barat di Bandung. Hanya saja memang menjelang akhir hayatnya, ia menderita sakit. Almarhum bergabung dengan Media Umat sejak awal. Setiap edisi bapak satu anak ini harus mengecek jumlah pesanan agen di seluruh Indonesia kemudian mengatur distribusinya. Di mata jajaran redaksi, Abu Hassan adalah sosok yang menyenangkan. Sikapnya selalu ceria. Hampir setiap redaksi sedang deadline, ia selalu datang dengan membawa buah. Ia pun rela menunggu tim redaksi menyelesaikan desain setiap edisi. Di luar Media Umat, Abu Hassan tergabung dalam tim Lajnah Fa’aliyah DPP HTI. Ketua Lajnah Fa’aliyah M Rahmat Kurnia mengatakan, almarhum adalah sosok pemberani. “Dalam berbagai pertemuan dengan tokoh, kata-katanya tegas, lugas dan berpihak pada Islam. Beliau adalah manusia pembelajar, senang kalau diingatkan. Tugas yang ada di pundaknya ditunaikan penuh amanah, termasuk saat beliau sakit. Sebagai sahabat, beliau penuh perhatian. Allah telah memanggil salah satu kader terbaik dari umat Islam ini," katanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’fu anhu..waj’al jannata matswahu…allahummaj’alhu min ibadika alladzi yadkhulunal jannata bighairi hisab ya mujibad du’a..allahummaj’ahu min ibadika kama qaala nabiyyukal kariem. Amin Pembaca yang dirahmati Allah, di awal tahun 1433 H ini tak lupa kami menyampaikan Selamat Tahun Baru Hijriah 1433. Semoga momentum ini menjadikan kita tambah bersemangat meraih pahala Allah dengan berjuang menerapkan syariah dan khilafah sebagaimana titik awal hijrah yakni terbangunnya Daulah Islam pertama kali di Madinah oleh Rasulullah SAW.
Seyogyanya bertambahnya tahun ini makin membuat kita sedih. Kenapa? Berarti kita belum berhasil mewujudkan kewajiban Allah dan Rasul-Nya yang menerapkan Islam secara kaffah dan mengangkat seorang khalifah. Padahal, kaum Muslim berdasarkan ijmak sahabat hanya boleh kosong dari kepemimpinan khalifah selama tiga hari saja. Sekarang sudah berapa tahun?
Pembaca yang dirahmati Allah, akhirnya kami berharap sajian kami kali ini mampu memberi pandangan yang lain di luar berita-berita yang disuguhkan oleh media massa sekuler dan pro Barat.
Saran dan masukan selalu kami nantikan. Kami pun berharap ada informasi-informasi penting dari sekitar Anda seputar kehidupan kaum Muslim yang layak kami beritakan. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu |




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 





