| [72] Bom AIDS |
|
|
|
| Wednesday, 14 December 2011 15:44 |
|
Salam Perjuangan! Semoga Anda dalam kondisi sehat wal afiat dan dalam lindungan Allah SWT. Amin. Alhamdulillah, kami bisa hadir kembali di penghujung bulan Muharram dan akhir tahun 2011. Tanpa terasa, media ini telah berumur tiga tahun. Media Umat terbit pertama kali pada 21 November 2008 M/23 Dzulqa’dah 1429 H, beberapa saat setelah eksekusi mati Amrozi cs. Bila boleh bernostalgia, sudah banyak perubahan yang kami lakukan dalam kurun waktu tersebut. Di awal terbit, kami masih mencari bentuk yang terbaik agar layak Anda simak. Beberapa perubahan komposisi di halaman muka kami utak-atik. Demikian pula desain lay out di bagian dalam, beberapa kali font berganti. Akhirnya, jadilah yang seperti sekarang. Memang kami belum puas dengan hasil yang ada. Masih ada beberapa hal yang perlu kami benahi. Termasuk menampung masukan dan permintaan dari Anda, para pembaca. Yang jelas, dalam setiap terbitan kami ingin selalu menyajikan yang terbaik bagi Anda. Sebagai media yang tergolong baru, kami cukup gembira dengan adanya perhatian kalangan akademisi. Beberapa orang mahasiswa pernah datang ke kantor kami untuk meneliti isi media ini. Paling tidak ini indikasi bahwa media ini bisa duduk sejajar dengan media lainnya. Pembaca yang dirahmati Allah, di edisi kali ini kami mengangkat isu yang agak soft yakni tentang penyakit AIDS. Isu ini penting sebab penyakit ini telah menyebar dengan cepat di luar perkiraan. Data-data yang muncul di permukaan ternyata hanyalah puncak dari sebuah gunung es. Artinya, di bawah permukaan lebih banyak lagi pengidap HIV/AIDS yang belum terdeteksi. Justru karena banyak yang tak terdeteksi inilah, bisa berbahaya. Di tengah kondisi kehidupan yang serba bebas, sulit bagi kita membedakan mana orang baik dan mana orang buruk. Yang bisa kita lakukan adalah kewaspadaan tingkat tinggi. Di bagian lainnya, kami menurunkan laporan tentang aktivitas birokrasi di akhir tahun dalam rubrik Fokus. Kami menyoroti begitu banyak instansi yang ‘pesta’ di akhir tahun untuk menghabiskan anggaran. Mereka mengadakan acara-acara di tempat-tempat yang jauh dari kantor dengan biaya perjalanan yang besar. Mereka seolah dikejar target menghabiskan anggaran. Soalnya kalau tidak, anggaran tahun berikutnya akan dipangkas. Tentu ini adalah sebuah ironi ketika banyak sektor yang tidak terbangun dengan alasan kekurangan dana. Sementara ketika ada dana, anggaran malah dihabiskan untuk kegiatan yang tak berguna. Di bagian Kristologi, kami tampilkan pembahasan tentang Natal. Ini pas dengan momentum yang ada. Hj Irena Handono mengupas betapa Natal itu tidak tepat dengan hari kelahiran Nabi Isa. Baik Alquran maupun Bibel membantah 25 Desember sebagai hari Natal. Dari dalam negeri, kami membahas tentang wajah KPK baru, tertangkapnya buronan KPK Nunun Nurbaeti, dan rekening gendut PNS muda. Sementara dari luar negeri, ada berita dari saudara kita di Pattani yang berkunjung ke Jakarta dan juga soal kondisi terakhir di Mesir. Anda pun bisa menyimak rubrik-rubrik konsultasi keluarga, dan juga Ustadz Menjawab. Akhirnya kami berharap sajian kami kali ini membawa pencerahan bagi Anda. Selamat membaca! Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu
|




Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu 





